PENINGGALAN SEJARAH BERBAU ISLAM YANG BERLOKASI DI SUMATERA UTARA : MASJID RAYA AL – MASHUN MEDAN DAN ISTANA MAIMUN

TUGAS AKHIR SEMESTER OBSERVASI  PENINGGALAN SEJARAH BERBAU ISLAM YANG BERLOKASI DI SUMATERA UTARA : MASJID RAYA AL – MASHUN MEDAN DAN ISTANA MAIMUN

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya sampaikan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan kuasanya saya dapat menyelesaikan tugas akhir semester yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran sejarah Indonesia SMA N 7 yang berupa kunjungan ke peninggalan sejarah islam yang ada di provinsi Sumatera Utara.  Selanjutnya saya juga ingin mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Pak Ibnu Hajar selaku guru bidang mata pelajaran sejarah Indonesia yang telah memberikan tugas ini kepada saya sehingga saya dapat mengetahui banyak informasi baru mengenai Masjid Raya Medan dan Istana Maimoon.
  2. Pak Tomo selaku narasumber saya yang telah dengan tangan terbuka menerima saya serta menjelaskan segala informasi yang saya butuhkan untuk melengkapi tugas akhir saya dengan sukarela..
  3. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan tugas akhir ini yang penulis tidak dapat sebut satu persatu.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih belum sempurna dan masih memiliki sangat banyak kekurangan, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk tugas akhir ini.

 

Binjai, 10 mei 2015

 

PENULIS

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR                                  ……………………………….   i

DAFTAR ISI                                                ……………………………….   ii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah                                           …………………………………

 

 

BAB II

 

 

BAB I PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Agama islam adalah agama yang dipeluk oleh mayoritas warga Indonesia, sedangkan Indonesia sendiri adalah negara dengan pemeluk agama islam terbesar di dunia walaupun Indonesia bukanlah sebuah negara islam seperti Saudi Arabia dan negara – negara islam lainnya. Karena faktor banyaknya pemeluk agama islam inilah di Indonesia tidak sulit untuk menemukan peninggalan – peninggalan bersejarah yang bercorak islam. Termasuk juga lah dari peninggalan – peninggalan sejarah bercorak islam itu Istana Maimoon dan Masjid Raya Al – Mashun Medan yang cukup dikenal oleh hampir semua orang di negara ini terlebih lagi di Sumatera Utara. Jika kita bertanya pada warga Medan, siapa sih yang tidak tau Masjid Raya Al – Mashun Medan dan Istana Maimoon, tapi jika kita tanya tentang sejarah dari kedua tempat bersejarah ini, mungkin hanya sedikit saja yang mengetahuinya dengan baik. Masjid Raya Al-Mashun merupakan salah satu masjid yang di bangun berdekatan dengan Istana Kesultanan Deli atau Istana Maimoon. Selain sebagai bukti sejarah, masjid ini juga sering di kunjungi oleh para wisatawan dari Belanda. Arsitektur nya yang megah dan anggun  membuat masjid ini terlihat megah di mata para pengunjung. Ukiran-ukiran nya yang sangat bagus menjadi daya tarik sendiri bagi para pengunjung dan membuat masjid ini terlihat megah. Sedangkan Istana Maimoon sendiri didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Sultan Mahmud Al Rasyid. Pembangunan istana ini dimulai dari 26 Agustus 1888 dan selesai pada 18 Mei 1891. Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.

  1. TUJUAN OBSERVASI

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui pendirian,perkembangan dan sejarah Masjid Raya Al – Mashun
  2. Untuk mengetahui seni arsitektur yang ada di Masjid Raya Al – Mashun
  3. Untuk mengetahui hubungan dari Masjid Raya Al – Mashun dan Istana Maimoon
  4. Untuk mengetahui makam siapakah yang berada di dalam lokasi Masjid Raya Al – Mashun
  5. Untuk mengetahui berapa dan siapa saja Sultan Deli hingga sekarang ini
  6. MANFAAT OBSERVASI

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Dapat mengetahui pendirian, perkembangan dan sejarah Masjid Raya Al – Mashun
  2. Dapat mengetahui seni arsitektur yang ada di Masjid Raya Al – Mashun
  3. Dapat mengetahui hubungan dari Masjid Raya Al – Mashun dan Istana Maimoon
  4. Dapat mengetahui makam siapakah yang berada di dalam lokasi Masjid Raya Al – Mashun
  5. Dapat mengetahui berapa dan siapa saja Sultan Deli hingga sekarang ini
  6. WAKTU PELAKSANAAN

Minggu, 10 Mei 2015

09.30                     : Persiapan

10.00 – 11.10   : Perjalanan dari Binjai menuju Masjid Raya Al – Mashun Medan

11.10 – 12.00   :  Masjid Raya Al – Mashun Medan

12.00 – 12.30   : Makan siang

13.00 – 13.30   : Melakukan wawancara

13.30 – 13.40   : Menuju Istana Maimoon

13.40 – 15.00   : Istana Maimoon

15.00 – 15.15   : Meriam puntung

15.15 – 16.25   : Perjalanan pulang dari Medan ke Binjai

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

  1. HASIL OBSERVASI

Dari observasi yang telah saya lakukan di Masjid Raya Al – Mashun Medan dan Istana Maimoon, saya mendapati bahwa :

  1. Pendirian dan sejarah Masjid Raya Al – Mashun.

Masjid raya Al – Mashun merupakan sebuah masjid yang terletak di Kota Medan, Indonesia. Masjid ini di bangun pada tahun 1906 dan pertama kali digunakan pada tanggal 10 September 1909 pada hari jumat. Usia masjid ini sudah mencapai 106 tahun pada tahun ini. Sejarah pembangunan masjid ini di dukung oleh Sultan Deli IX atau Sultan Makmun Ar-Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli. Sultan Deli memulai pembangunan Masjid Raya Al – Mashun Medan pada tanggal 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) sampai dengan tanggal 10 September 1909 (25 Sya‘ban 1329 H). Waktu yang digunakan untuk pembangunan Masjid Raya Al – Mashun ini tentu sesuai dengan hasilnya, mengingat bahwa masjid ini adalah salah satu masjid termegah di Medan dan bahkan sampai mendatangkan arsitek – arsitek ternama dari luar negeri kita dan juga mengimpor bahan – bahan yang dipesan khusus untuk masjid ini. Kesultanan Deli merupakan pemerintahan monarki tradisional di wilayah yang sekarang di kenal sebagai kota Medan dan sekitarnya dengan corak agama Islam yang kental. Atas dasar itulah, masjid – masjid menjadi bangunan yang paling penting bagi Kesultanan Deli, bahkan Sultan sendiri memang lebih mengutamakan kemegahan Masjid ini daripada Istana Maimoon. Sultan Deli ke – IX membangun masjid di Medan ini dengan uangnya sendiri yang jika dihitung keseluruhannya mencapai 1 juta gulden atau jika di ganti ke mata uang indonesia, Rupiah, yaitu sebesar Rp.6.715.153.521,05! Tentu itu adalah jumlah yang sangat fantastis untuk kehidupan pada ratusan tahun lalu. Uang itu sendiri Sultan Deli ke – IX dapatkan dari begitu luasnya perkebunan tembakau miliknya di daerah kawasan Polonia yang sempat dijadikan sebagai Bandara Sumatera Utara sebelum akhirnya dipindahkan lagi ke Kuala Namu. Tembakau yang dihasilkan di Sumatera Utara sendiri pada abad ke 19 dan 20 diyakini sebagai tembakau terbaik di dunia hingga tembakau itu diekspor ke beberapa negara di dunia. Pada bulan Ramadhan, suasana di Masjid Raya ini menjadi jauh lebih semarak dibanding hari-hari biasa. Kegiatan ibadah tidak hanya berlangsung siang hari, melainkan juga malam hari hingga menjelang waktu sahur. Hanya saja kalau siang diisi dengan kegiatan muzakarah, diskusi tentang hukum sya’ri Islam, ceramah Ramadhan, dan berbagai kegiatan pengkajian Islam lainnya. Sedangkan, malam hari kegiatannya berupa shalat Tarawih dan Tadarrus Al-Qur’an hingga larut malam malah sampai dini hari saat sahur tiba. Kecuali itu, untuk menghidupkan suasana di komplek masjid, pengurus juga menyiapkan makanan bukaan setiap sore dengan bahan dari sumbangan para dermawan dan masyarakat sekitar masjid. Makanan berbuka yang disiapkan hingga 300 – 500 orang tersebut khusus bagi anak-anak yatim, gelandangan, dan kaum musafir yang jauh dari rumahnya saat waktu berbuka tiba. Bahkan dari narasumber saya, beliau mengatakan bahwa pada saat bulan Ramadhan pengunjung akan membludak hingga mencapai ribuan orang.

  1. Seni arsitektur yang ada di Masjid Raya Al – Mashun

Begitu pertama saya menjejakkan kaki di Masjid Raya Al – Mashun ini, yang pertama kali terpikirkan tentu keunikan dan kemiripan bangunan ini dengan bangunan – bangunan Timur Tengah dan Eropa klasik. Masjid ini jika dilihat dan diamati sekelilingnya maka kita tentu akan mengetahui bahwa masjid ini berbentuk simetris ( sama keempat sisinya ).

Disamping masjid ini, kita akan langsung menjumpai sebuah prasasti yang berisi dua paragraf dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Indonesia yang berbunyi :

 

 

Masjid Raya Al – Mashun

Masjid Raya Al – Mashun merupakan salah satu bangunan bersejarah peninggalan Sultan Deli dan masih dipergunakan oleh masyarakat Muslim untuk sholat seiap hari.

Masjid Raya Al – Mashun Medan yang berjarak 200 M dari Istana Maimoen dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Ma’moen Al – Rasjid Perkasa Alamsyah dan dipergunakan pertama kali pada tanggal 19 september 1909.

Masjid Raya Al – Mashun Medan yang berjarak 200 M dari Istana Maimoen dibangun pada tahun 1906 oleh Sultan Ma’moen Al – Rasjid Perkasa Alamsyah dan dipergunakan pertama kali pada tanggal 19 september 1909.

 

The Grand Mosque Al – Mashun

The Grand Mosque Al – Mashun one of the Sulthan of Deli remains historical Buildingand it is still used by Moslems for praying daily

The Grand Mosque Al – Mashun is about two hundred meter far from Maimoen Palace which was built in 1906 by Sulthan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah and for the first time used on September 19, 1909.

Masjid yang berbentuk segi delapan ini pada awalnya dirancang oleh Arsitek Belanda Van Erp yang juga merancang istana Maimun, namun kemudian proses-nya dikerjakan oleh JA Tingdeman karena Van Erp ditugaskan oleh pemerintah Hindia Belanda untu bergabung di Jawa Tengah dalam proses restorasi Candi Borobudur. Saat saya sedang berada di ruangan para imam, saya juga mendapati hal yang unik dan aneh di ruangan ini. Ruangan ini begitu sejuk dan senyap yang sangat berbanding terbalik dengan keadaan Kota Medan pada siang hari yang biasanya sangat panas dan ribut. Ternyata setelah berbincang dengan narasumber di sana, saya mendapati bahwa masjid ini kedap suara, hal ini sungguh mengejutkan bagi saya karena bangunan ini adalah bangunan yang dibangun 106 tahun lalu yang tentu saja teknologi bidang konstruksi nya masih belum secanggih sekarang ini, yang lebih mengejutkan saya lagi, ternyata dalam pembangunan masjid ini, agar semen dapat menjadi kuat, masjid yang sangat luas ini pembangunannya menggunakan putih telur! Tidak terbayang berapa banyak telur yang dipakai untuk pembangunan masjid ini. Dan ada pula sebagian bahan bangunan yang ternyata untuk mendapatkannya harus diimpor dari negara lain yaitu berupa marmer yang berasal dari Italia serta Jerman dan kaca patri dari cina serta lampu gantung yang asli dari perancis.

 

JA Tingdeman, sang arsitek merancang masjid ini dengan denah simetris segi delapan dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa dan Melayu dan Timur Tengah. Denah yang persegi delapan ini menghasilkan ruang bagian dalam yang unik tidak seperti masjid masjid kebanyakan.

Di ke empat penjuru masjid masing masing diberi beranda dengan atap tinggi berkubah warna hitam, melengkapi kubah utama di atap bangunan utama masjid. Masing masing beranda dilengkapi dengan pintu utama dan tangga hubung antara pelataran dengan lantai utama masjid yang ditinggikan, kecuali bangunan beranda di sisi mihrab.

 

Bangunan masjidnya terbagi menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Ruang utama, tempat sholat, berbentuk segi delapan tidak sama sisi. Pada sisi berhadapan lebih kecil, terdapat ‘beranda’ serambi kecil yang menempel dan menjorok keluar.

 

Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca-kaca patri yang sangat berharga, sisa peninggalan art nouveau periode 1890-1914, yang dipadu dengan kesenian Islam, bahkan, menurut pengakuan narasumber, masjid ini belum pernah diganti kaca – kacanya karena sudah tiadanya kaca – kaca seperti kaca yang berada di Masjid ini. Seluruh ornamentasi di dalam mesjid baik di dinding, plafon, tiang-tiang, dan permukaan lengkungan yang kaya dengan hiasan bunga dan tumbuh- tumbuhan.

Di depan masing-masing beranda terdapat tangga. Kemudian, segi delapan tadi, pada bagian luarnya tampil dengan empat gang pada keempat sisinya, yang mengelilingi ruang sholat utama.

Gang-gang ini punya deretan jendela-jendela tak berdaun yang berbentuk lengkungan-lengkungan yang berdiri di atas balok. Baik beranda dan jendela-jendela lengkung itu mengingatkan disain bangunan kerajaan- kerajaan Islam di Spanyol pada Abad Pertengahan. Sedangkan kubah mesjid mengikuti model Turki, dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikitari empat kubah lain di atas masing-masing beranda, dengan ukuran yang lebih kecil. Bentuk kubahnya mengingatkan kita pada Mesjid Raya Banda Aceh.

Di bagian dalam masjid, terdapat delapan pilar utama berdiameter 0,60 m yang menjulang tinggi untuk menyangga kubah utama pada bagian tengah. Adapun mihrab terbuat dari marmer dengan atap kubah runcing. Gerbang mesjid ini berbentuk bujur sangkar beratap datar. Sedangkan menara mesjid berhias paduan antara Mesir, Iran dan Arab. Di dalam masjid al-mashun ini terdapat Al-qur’an sumbangan dari Duta besar Belanda dan Pakistan dengan tulisan tangan serta terjemahan Bahasa Urdu dan Persi.

Ada juga satu rumor lisan yang berhubungan dengan arsitektur masjid ini yang menyebutkan bahwa Sultan Delhi biasanya sudah berada di ruangan serambi sebelum salat jum’at di mulai, sementara tidak ada satupun orang yang melihat Sultan Delhi masuk ke dalam masjid dari arah luar, sehingga ada dugaan yang menyebutkan bahwa  di ruangan serambi terdapat sebuah jalan menuju terowongan menghubungkan mesjid Raya Al-Mashun ke Istana Maimoon. Hal menarik yang harus di kaji kebenaran nya yaitu di ruangan serambi terdapat sebuah lubang berbentuk persegi yang di beri penutup yang terbuat dari beton. Beberapa orang menyebutkan bahwa lubang itu dulunya adalah jalan masuk menuju terowongan bawah tanah  yang masih menjadi misteri keberadaan nya.

Sampai saat ini belum ada yang meneliti lebih dalam lagi mengenai sebuah lubang yang berada di Masjid Al-Mashun ini, Hal ini karena izin untuk meneliti lubang itu sulit di dapatkan karena ada kemungkinan bahwa Masjid Al-Mashun ini dilindungi oleh situs bersejarah.

  1. Hubungan antara Masjid Raya Al – Mashun dan Istana Maimoon

Masjid Raya Al – Mashun Medan ini tentu tidak dapat dipisahkan dengan Istana Maimoon. Selain jaraknya yang sangat dekat dan dibangun oleh orang yang sama, yaitu Sultan Deli ke – IX, kedua bangunan bersejarah yang sangat terkenal ini juga merupakan sama – sama peninggalan dari kesultanan Deli  yang sekarang merupakan tempat wisata bersejarah. Kedua bangunan ini ramai dikunjungi oleh turis lokal maupun mancanegara. Jika kita singgah di Masjid Raya Al – Mashun, sungguh ada yang kurang rasanya jika kita tidak sekalian mengunjungi Istana Maimoon, begitupun sebaliknya. Istana Maimoon dibangun lebih dulu daripada Masjid Raya Al – Mashun yaitu di tahun 1888. Istana Maimoon ini dirancang oleh arsitek Italia. Istana Maimoon menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia. Namun sayang, tempat wisata ini tidak bebas dari kawasan Pedagang kaki lima. Saat saya mengunjungi Istana Maimoon ini, sungguh banyak saya dapati sampah dari para pedagang kaki lima.

Istana Maimoon memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimoon terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri dan bangunan sayap kanan. Bangunan istana ini menghadap ke utara dan pada sisi depan terdapat bangunan Masjid Al-Mashun atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Istana Maimoon tidak seluruhnya dibuka untuk umum melainkan hanya bagian induknya saja karena selain sebagai tempat wisata, Istana ini juga adalah merupakan tempat tinggal.

Jika kita berkunjung ke Istana ini, maka kita akan mendapati banyak informasi – informasi tentang Kesultanan Deli serta juga silsilah keluarganya. Di samping Istana juga terdapat bangunan kecil yang berisi Meriam Puntung.

Saya juga sempat melihat – lihat pada singgasana Sultan yang berada di  tengah – tengah ruangan.

Saya juga mendapati bahwa Istana ini pun memiliki beberapa barang – barang impor yang masih dapat dilihat beberapa di bagian bangunan induk Istana Maimoon ini. Salah satunya adalah kursi dari Italia,dan kipas angin dari Belanda.

Ada juga salah satu rumor yang belum pasti kebenarannya yang menyebutkan akan adanya terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Raya Al – Mashun dan Istana Maimoon.

  1. Makam yang berada di kawasan Masjid Raya Al – Mashun

Masjid Raya Al – Mashun ini juga memiliki makam seperti masjid bersejarah lainnya. Disinilah tempat para Sultan di makamkan setelah mereka tutup usia. Di Kesultanan Deli ini ada salah satu tradisi penguburan yang biasa dikatakan “Raja Mangkat Raja Menanam”. Maksud dan arti dari istiadat ini adalah bahwa jika seorang sultan meninggal, maka Sultan jugalah yang harus menguburkannya, jasad dari Sultan yang meninggal belum bisa di kuburkan jika belum dinobatkan seorang Sultan yang baru. Oleh karena itulah apabila seorang Sultan meninggal maka para keluarga dan anggota Kesultanan akan secepatnya bermusyawarah dan memilih serta menobatkan Sultan yang baru. Makam yang ada di masjid ini sungguh banyak, menurut informasi dari narasumber, tidak semua orang bisa di makamkan di lahan ini, melainkan hanya keluarga dan kerabat Kesultanan serta orang – orang yang telah diizinkan oleh Sultan yang sedang memimpin.

Makam ini adalah makam dari Sultan Deli ke- IX yaitu Sultan Ma’Moen Al Rasyid.

 

 

 

Ada juga salah satu makam yang juga terkenal dikarenakan panjangnya yang mencapai 9 meter. Menurut narasumber, makam ini panjang bukan karna orangnya panjang melainkan karena saat dikubur makamnya selalu sempit sehingga makam tersebut terus dan terus dipanjangkan hingga mencapai 9 meter atau 7 meter saat telah ditutup keramik.

 

Saat saya sedang melihat – lihat, saya juga mendapati bahwa tiga makam dalam areal berdinding dan berlantai keramik yang merupakan makan Sultan IX hingga Sultan XI, dua makam yang berada diluar adalah makam Sultan XII dan XIII sementara tiga makam disampingnya adalah makam ibu dan istrinya.

  1. Berapa dan siapa saja Sultan Deli

Sultan Deli adalah penguasa Kesultanan Deli di Sumatera Utara, Indonesia. Sultan Deli dipanggil dengan gelar Sri Paduka Tuanku Sultan. Jika mangkat, sang Sultan akan digantikan oleh putranya. Sultan Deli sekarang ada sampai Sultan ke – XIV. Adapun nama – nama para sultan itu adalah :

  • Tuanku Panglima Gocah Pahlawan ( 1632-1669 )

Sultan ini tidak diketahui jelas asalnya, ada yang berkata beliau dari pakistan , dsb.

  • Tuanku Panglima Parunggit ( 1669-1698 )
  • Tuanku Panglima Padrap ( 1698-1728 )
  • Tuanku Panglima Pasutan ( 1728-1761 )
  • Tuanku Panglima Gandar Wahid ( 1761 – 1805 )

Ia memerintah dari tahun 1761 sampai tahun 1805. Dibawah pemerintahanya, kedudukan Datuk Empat Suku semakin kokoh sebagai wakil rakyat karena peranannya semakin nyata sebagai pengaman rakyat. Raja Deli ke V ini memindahkan pusat pemerintahan ke-hilir yaitu ke daerah Kampung Labuhan Deli. Hal ini bila diperhatikan dimana pemindahan kedudukan pemerintahan yang berkali-kali, mulai dari Hulu Deli Tua hingga ke hilir Labuhan Deli mempunyai tujuan tertentu, yaitu ingin mengkokohkan wawasan tersebut. Dalam pemerintahan Sultan Deli ke V ini mulai merintis perdagangan hasil bumi dengan daerah lain. Sultan Deli ke V mangkat pada tahun 1805 dan digantikan putra ke tiganya.

  • Sultan Amaluddin Mangendar Perkasa Alamsyah ( 1805-1850 )

Sultan Panglima Amaluddin Mengedar Alam (1805-1850) adalah Raja Deli ke VI, putra ketiga dari Tuanku Panglima Gandar Wahid, yang memerintah dari tahun 1805 sampai tahun 1850. Pada masa pemerintahannya hubungan dan pengaruh Kesultanan Siak lebih kuat dari Kerajaan Aceh; hal ini ditandai dengan pemberian gelar Sultan kepada Raja Deli, dan Sultan Amaluddin Mengedar Alam adalah Raja Deli yang pertama yang memakai gelar Sultan. Pada masa pemerintahannya perdagangan antar daerah semakin terbuka, hubungan laut mulai dirintis karena kedudukan pemerintahan di Labuhan Deli dekat dengan laut lepas, sehingga perdagangan hasil bumi semakin lancar. Sultan Amaluddin Mengedar Alam mangkat pada tahun 1850 dan digantikan oleh putanya.

  • Sultan Osman Perkasa Alamsyah ( 1850-1858 )

Pemerintahan Raja Deli ke VII ini cukup singkat, pada saat Kesultanan Deli yang mendapat pengesahaan dari Kerajaan Aceh bahwa Kerajaan Deli merupakan daerah yang berdiri sendiri yang di tandai dengan diberikannya Pedang (Syamsir) Bawar dan cap Sembilan (MOHOR). Dengan tujuan mengurangi pengaruh Kesultanan Siak terhadap Kesultanan Deli oleh Sultan Mansyursah Alaldin Johan dari negeri Aceh, pada masa itu juga Sultan Deli diberi gelar Perkasa Alam dan diberi Surat Penyerahan Negeri Deli serta daerah taklukannya dari Kuala Bayan sampai Pasir Putih, kecuali Negeri Bedagai dan Langkat.

Penyerahan yang dilaksanakan di Istana Darussalam (Banda Aceh) ini terjadi pada tahun 1853, dan mulai saat itu raja-raja Deli memekai Gelar Perkasa Alam, hingga sekarang apa bila penabalan (pengangkatan) sultan, Pedang Bawar ini sebagai Syarat Mutlak dalam prosesi upacara tersebut. Sultan Osman Perkasa Alamsyah memerintah cukup singkat, ia diangkat menjadi sultan pada 1850 dan mangkat pada 1858. Yang menjadi catatan pada masa pemerintahan ia adalah ia membangun sebuah mesjid megah, besar dan permanen pada tahun 1854 hingga kini masih berdiri sebagai tonggak sejarah yaitu Masjid Al-Osmani di Labuhan Deli. Ia memiliki 31 orang anak yaitu 17 putra dan 14 putri.

  • Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alamsyah ( 1858-1873 )

Seripaduka Tuanku Sultan Mahmud Al-Rasyid Perkasa Alam Shah (bertahta 1858-1873) adalah raja Kesultanan Deli yang ke-8. Ia adalah putra sulung Sultan Osman Perkasa Alam Shah. Ia diangkat menjadi sultan untuk menggantikan ayahandanya. Sultan Mahmud diangkat menjadi sultan pada tahun 1858 atau pada 4 Rabiul Awal 1275 H.

Gelar Sultan Mahmud setelah mangkat ialah Marhum Kota Batu. Sultan Mahmud Pekasa Alam memiliki tiga orang putra dan puteri. Putranya bernama Tengku Ma’mun Al-Rasyid, dan putri-puterinya bernama Tengku Fatimah dan Tengku Zubaidah. Mamun puteri-puteri tersebut meninggal dalam usia muda. Sultan Mahmud Perkasa Alam inilah yang membuat perjanjian dengan pemerintah Belanda yang dinamai Acte van Verband, yang ditandatangani dan dipatri cap mohornya pada 22 Agustus 1862. Selama lima belas tahun memerintah, Sultan Mahmud menjalin kerja sama dengan pihak asing (Belanda, Belgia, Polandia, Inggris, dll.) yang ditandai dengan kerja sama pembukaan lahan perkebunan tembakau di kerajaan Deli. Diawali oleh seorang pengusaha tembakau bernama Jakobus Nienhuys, kerja sama dalam usaha-usaha perkebunan tembakau ia tanda-tangani. Salah satu kontrak terbesar diberikannya kepada Deli Maatschapij pada tanggal 22 Agustus 1862, yang wilayahnya terletak di daerah Mabar sampai Deli Tua dan dikenal dengan nama Mabar Deli Tua kontrak. Daerah Deli kemudian menjadi makmur dan ramai dikunjungi oleh berbagai bangsa. Sultan Mahmud dapat dianggap sebagai perintis perkebunan tembakau di wilayah Hindia Belanda. Saat ini, sebagian areal dari perusahan Perkebunan Nusantara II adalah bekas perkebunan yang dirintis di masa Sultan Mahmud Perkasa Alam. Pada masa pemerintahannya, Sultan Mahmud membangun sebuah istana yang dinamakan Istana Kota Batu, tepatnya di depan Mesjid Raya Al-Osmani Labuhan Deli. Sultan Mahmud mangkat pada tahun 1873 dalam usia 44 tahun, dan dimakamkan di lingkungan Mesjid Raya Al-Osmani di Labuhan Deli, dan diberi gelar Marhum Kota Batu.

 

  • Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah ( 1873-1924 )

Pada masa pemerintahan Sultan yang dinobatkan dalam usia muda ini ,perdagangan tembakau semakin maju dan kemakmuran kesultanan Deli mencapai Puncaknya. Atas kebijaksanaan Baginda Tuanku itu semasa diatas tahta kerajaan, maka sebagai balas budi jasa Tuanku itu dikurniakan 2 buah peringkat kehormatan dari Kerajaan Negeri Belanda. Yaitu Commandeur In De Orde Van Oranje Nassau dan Ridder In De Orde Van De Nederlandsche Leeuw. Pusat Kerajaan pun dipindahkan ke Medan.

Tuanku Sultan Ma’moen Al-Rasyid Perkasa Alamsyah mendirikan Istana di Kampung Bahari pada hari kamis pukul 12 tahun 1886. Kemudian pada 1888 dengan Belanda, Tuanku itu meletakkan sendiri batu pertama untuk membangun Istana Maimoon.

Tahun 1891 yaitu pada hari Senin tepat pada Pukul 1 tengah hari, Sultan berpindah dari Istana Kota Bahari ke Istana Maimoon. Hari Sabtu 16 Mei 1903 didirikan pula sebuah Mahkamah atau Kantor Kerapatan Sultan di jalan raja (sekarang- Jalan Mahkamah). Juga kemudian pada tanggal 21 Agustus 1906 dimulailah peletakan batu pertama untuk Mendirikan Masjid Raya Kota Ma’sum dan digunakan untuk sholat pertama kalinya yaitu pada hari Jumat 10 September 1909.

Tuanku Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmatsyah Sultan Negeri Langkat dan Sultan Sulaiman Syariful Alamsyah Sultan Negeri Serdang juga turut hadir dalam Sholat Jumat perdana di Mesjid Raya ini. Pada masa pemerintahanya Dia banyak membangun fasilitas umum untuk kemajuan masyarakat dan membangun Mesjid-Mesjid yang berjumlah kurang lebih sebanyak 800 buah demi kepentingan syiar agama Islam pada saat itu. Yang mulia Mangkat pada tahun 1924, meninggalkan 3 orang putra dan 5 orang putri. Almarhum dimakamkan di Masjid Raya Kota Ma’sum, Medan.

 

  • Sultan Amaluddin Al Sani Perkasa Alamsyah ( 1924-1945 )

 

Sultan Amaluddin Sani Perkasa Alamsyah (1924-1945) adalah raja Kesultanan Deli ke-10. Gelarnya setelah mangkat ialahMarhum Rahimullah.

Pada hari Senin 3 Juli 1893 pukul 10 pagi. Dengan upacara adat yang qanun dipersilahkanlah Tengku Amaluddin itu naik keatas pelaminan 7 tingkat di Balairung Istana Maimoon. Kemudian ditembakkan Meriam 12 das sebagai tanda resminya gelar Tengku Besar dari Ayahandanya ketika dia masih berusia 16 tahun. 6 tahun berselang, Almarhum Sultan Ma’moen Al Rasyid berikhitar untuk menikahkan Tengku Besar. Oleh karena kebijaksanaan dan keadilan Baginda pada 31 Agustus, Baginda kembali mendapat peringkat kehormatan Ridder In De Orde Van Nederlandsche Leeuw dari kerajaan Belanda. Bertepatan dengan 22 Agustus 1937 genaplah 75 tahun hari penandatanganan ACTE VAN VERBAND yang dahulu ditandatangani oleh Atoknda baginda Almarhum Sultan Mahmud Al-Rasyid Perkasa Alam. Untuk itu diadakanlah Keramaian besar di Istana Maimoon dan oleh Tengku Haji Achmad Hayat (Bentara Kiri) Ibni Almarhum Tengku Al Haji Ja’far (bekas Tengku Bendahara Negeri Deli) dikaranglah buku “Perayaan Ulang Tahun Kerajaan Deli” . Segala lapisan rakyat datang memberikan persembahan. Hal ini menunjukkan bahwasanya Tuanku Sultan Amaluddin sangat disenangi oleh rakyat-rakyatnya.

  • Sultan Osman Al Sani Perkasa Alamsyah ( 1945-1967 )

Sultan Osman Al-Sani Perkasa Alamsyah dilahirkan pada 20 Agustus 1900 dengan nama Tengku Otteman di Istana Maimoon. 20 Desember berangkat ke Betawi untuk bersekolah lalu kembali ke Deli pada 1918. Kemudian pada tahun 1924 Dia dititah oleh Paduka Ayahandanya Sultan Amaluddin Sani Perkasa Alamsyah untuk bekerja di pejabat (Kantor) Tuanku Sultan. Sultan Osman Al-Sani Perkasa Alamsyah memerintah antara 1945-1967. Gelar setelah mangkat adalah Marhom Tawakkallah.

Ketika sampai usia Tengku Otteman itu 25 tahun, Paduka ayahandanya berikhtiar untuk memperistrikannya. 7 Mei 1925 dilangsungkanlah pernikahan di antara Tengku Otteman dengan Raja Amnah putri dari Raja Chulan Raja Dihilir Negeri Perak (Malaysia), pernikahan itu berlangsung Agung di dua kerajaan, di deli dan di Perak. Setahun setelah itu pada tanggal 12 Maret, Gubernur Jendral Hindia Belanda mengeluarkan Besluit (Surat Resmi) yang menetapkan Tengku Otteman sebagai Tengku Mahkota. Sultan Osman Al-Sani Perkasa Alamsyah mangkat pada Usia 67 di Kuala Lumpur Malaysia dan di makamkan di Komplek Pemakaman Sultan Deli di Mesjid Raya Al Mashun Medan.

  • Sultan Azmy Perkasa Alamsyah Alhaj ( 1967-1998 )

Sultan Azmi Perkasa Alam (1936 – 1998) adalah Sultan Deli ke-12. Ia lahir pada tahun 1936. Sultan Azmi Perkasa Alam menggantikan Kedudukan Ayahndanya Sebagai Sultan Deli dan Penguasa tertinggi Adat-Istiadat Melayu deli pada tahun 1967.Sebagai Sultan Deli ke XII selain sebagai Kepala Adat juga duduk sebagai unsur berbagai Organisasi Sosial ,Pendidikan dan Budaya juga duduk sebagai anggota DPR/MPR RI selama dua priode, sebagai catatan

Dia juga sebagai salah seorang pendiri Universitas Amir Hamzah.Sultan Azmi Perkasa Alam mangkat di Jakarta pada tanggal 4 Mei 1998 pada usia 62 tahun dan di makamkan di Komplek Pemakaman Sultan di areal Mesjid Raya Al Mashun Medan.

  • Sultan Otteman Mahmud Perkasa Alamsyah ( 5 Mei 1998–21 Juli 2005 )

Sultan Deli ke-13 ini lahir pada 30 Agustus 1966 di Kuala LumpurMalaysia. Ia merupakan anak kedua dari 3 bersaudara.

Otteman tidak dapat sepenuhnya memimpin pelaksanaan adat yang berlaku di Negeri Deli sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pendahulunya. Hal ini disebabkan tugasnya sebagai TNI. Oleh karena itu seluruh kewajiban di Deli sementara waktu diwakilkan kepada wakilnya beserta Datuk Empat Suku.

Dari pernikahannya dengan Ir. Hj. Siska Marabintang, dia memperoleh dua orang anak, Aria Lamanjiji dan Zulkarnain Otteman Mangendar Alam. Ia menamatkan pendidikan militer pada tahun 1989 di Akademi Militer Magelang, dan ditempatkan di Kodam VII Wirabuana. Jabatan terakhir yang disandangnya adalah Komandan Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam di Subang, Jawa Barat. selama karier militernya, ia mendapat Bintang Jasa antara lain : SL SEROJA, SL GOM RAKSAKA DARMA, SL DWIYA SISTHA, SL KESETIAAN VIII TAHUN, SL DARMA NUSA

Ketika wafatnya, Otteman telah bertugas selama 10 bulan di Langsa, Aceh. Pada saat itu ia berpangkat Mayor (Inf) dan bertugas di Kodam VII Wirabuana Sulawesi.

  • Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alamsyah ( 22 Juli 2005–saat ini )

Seripaduka Baginda Tuanku Sultan Mahmud Arya Lamanjiji Perkasa Alam atau cukup disingkat Tuanku Aji (lahir di Makassar,Sulawesi Selatan17 Agustus 1997; umur 17 tahun) adalah Sultan Deli ke-14 yang memerintah sejak 22 Juli 2005. Dia adalah Sultan Deli termuda dalam sejarah. Sultan termuda sebelumnya adalah Sultan Ma’moen Al Rasyid (18731924) yang diangkat saat berusia 15 tahun.

 

Karena belum akil balik atau belum dewasa menurut ajaran Islam, tampuk kepemimpinan akan dipegang oleh paman ayahnya, Tengku Hamdy Osman Delikhan Al Haj gelar Tengku Raja Muda Deli

Sebelum diangkat menjadi Sultan, Lamanjiji sedang bersekolah di sebuah SD di Jawa Barat.

 

 

BAB III PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang saya dapatkan dari observasi yang telah saya lakukan ini adalah  bahwa Masjid Raya Al – Mashun Medan dan Istana Maimun adalah salah satu peninggalan bersejarah bercorak islam yang dibangun pada abad ke – 19 akhir dan abad ke – 20 awal yaitu pada tahun 1888 dan pada tahun 1906, kedua situs bersejarah ini adalah peninggalan – peninggalan dari Sultan Deli ke IX yang berlokasi di kota Medan provinsi Sumatera Utara. Kedua tempat ini adalah salah ikon kota medan yang terkenal dengan gaya arsitekturnya yang indah dan berkelas karna melibatkan bahan – bahan material dan juga arsitek dari berbagai belahan dunia. Namun sayang, kesadaran rakyat, turis, dan pemerintah setempat dalam menjaga kedua tempat ini sangat memprihatinkan.

  1. SARAN

Setelah berkunjung ke dua tempat yang telah saya sebutkan tadi, saya mendapati ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya, adapun saran – saran yang dapat saya kemukakan untuk menangani hal – hal tersebut antara lain :

  1. Perawatan bagi kedua tempat bersejarah ini, saat saya mendatangi kedua tempat ini, saya mendapati bahwa banyak sekali properti yang telah hancur dan tidak bisa digunakan lagi serta sampah dan rumput liar di halaman sekeliling masjid dan Istana Maimun. Menurut saya, seharusnya tempat – tempat bersejarah seperti kedua tempat itu harus benar – benar dirawat karna tempat – tempat itulah yang menjadi aset kita dan juga bisa memberikan pendapatan kepada negara kita.
  2. Penertiban pedagang kaki lima, saya sadar bahwa jika menggusur berarti menghilangkan sumber rezeki mereka, namun mereka juga harusnya menyadari bahwa kehadiran mereka yang tidak teratur memberikan kesan tidak enak dipandang dan juga mengganggu akses keluar masuk khususnya dari Masjid Raya yang mulai merapat ke arah gerbang masuk sehingga menyulitkan untuk masuk, ada baiknya jika mereka ditertibkan oleh pemerintah.

 

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU

ILMU PENGETAHIUAN POPULER

 

  • Judul Buku :         Manggis Buah Eksotik Dari Tropis
  • Pengarang Buku :         Edi Warsidi
  • Penerbit Buku :         Sanggabuana
  • Kota Terbit Buku :         Sudi Mampir,Padalaran

(Bandung Barat)

  • Tahun Terbit Buku :         2008
  • Tebal Buku :         68 Halaman
  • ISBN :         978-602-99898-3-3
  • Harga Buku :         18.000,-

 

Ada satu ungkapan yang sering dijumpai dimasyarakat,Biar hitam                                si buah manggis.Ungkapan tersebut digunakan untuk menilai sesuatu jangan                                      dari bentuk luar nya saja,tetapi lihatrlah isi nya.Begitu juga hal nya dengan                                  manggis jangan dilihat dari kulit nya yang berwarna coklat kehitaman tetapi                                    lihat daging buah nya yang berwarna putih,bertekstur halus,dan rasa nya                                       yang khas dan segar.

Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasaal dari                                     hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, tanaman ini menyebar ke                                 daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka,Karibia,                             Hawaii,dan Australia Utara.Masyarakat dunia mengenal manggis dengan sebutan                             Queen of tropical fruit ( ratunya buah-buahan tropik ) sedangkan di Indonesia                           manggis di sebut dengan bernbagai macam nama lokal seperti Manggu                                         ( Jawa Barat ) , Manggus ( Sulawesi Utara ) , Manggusto ( Sulawesi Utara ) ,                                     Manggista ( Sumatera Barat ) .

Pada buku ini pengarang tidak hanya memuat tentang penjelasan manggis                          yang telah diketahui secara umum atau khalayak. Tetapi pengarang juga                                memuatkan tentang zat-zat yang terkandung dalam buah manggis serta manfaat                            dari zat tersebut,diantaranya senyawa xanthone yang berfungsi sebagai                                suplemen diet,antioksidan,antikanker,breast,liver,leukemia,antiimpflamasi.

SEJARAH MASJID AZIZI KESULTANAN LANGKAT

LAPORAN AKHIR SEMESTER

MASJID AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN LANGKAT 1902

 

 

 

OLEH :

NIA PRATIWI LUBIS

X IPS – 1

 

 

 

SMA NEGERI 7 BINJAI

TAHUN AJARAN 2014 / 2015

KATA PENGANTAR

            Puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat dan rahmatnya saya selaku penelis dapat menyelesaikan Laporan akhir yang berjudul “MASJID AZIZI SEBAGAI SAKSI KEBESARAN ISLAM DI KESULTANAN LANGKAT 1902”. Disusun untuk melengkapi tugas-tugas sebelumnya, X IPS – 1. SMA Negeri 7 Binjai.

Begitu banyak kesulitan yang dihadapi penulis, akan tetapi berkat izin Allah SWT dan bantuan bapak Ibnu Hajar,Spd sebagai guru sejarah yang selalu memberikan arahan. akhirnya laporan ini dapat terselesaikan, untuk itulah penulis sangat berterimakasih kepada bapak Ibnu Hajar,Spd. Penulis juga menyadari banyak mendapatkan bantuan dan bimbingan serta pengarahan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini dengan hormat,ketulusan dan kerendahan hati,penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

  1. Bapak Ibnu Hajar,Spd selaku guru sejarah Kelas X, SMA Negeri 7 Binjai
  2. Bapak Azhari Bangun dan bapak Pasarudin selaku penanggung jawab Masjid Azizi yang bersedia member informasi kepada kami.
  3. Bapak Zaki orang tua dari teman saya Anisa Putri yang telah menyediakan kendaraan pribadinya untuk mengantarkan kami ke masjid azizi.
  4. Bapak Udin orang tua dari teman saya Wahyu Ramadhana yang telah mengantarkan kami ke masjid azizi dengan suka rela.
  5. Teristimewa kedua orang tua tercinta Ayahanda dan Ibunda yang tak pernah henti memberikan doa,semangat,dukungan,dan keikhlasan untuk setiap langkah penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir di Kelas X IPS – 1

 

Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun . Akhirnya penulis dengan penuh harapan agar kiranya laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

 

Binjai, 14 Mei 2015

Penulis,

 

 

 

Nia Pratiwi Lubis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………..…………………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………iii

BAB 1             PENDAHULUAN………………………………………….…….….. 1

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………..…1
  2. Identifikasi Masalah……………………………………………….2
  3. Perumusan Masalah………………………………………..……….3
  4. Tujuan Laporan……………………………………………………3
  5. Manfaat Laporan………………. …………………………….……4

BAB II            PEMBAHASAN……..……………………………………………….6

  1. Hasil Laporan………………………………………………………6
  2. Sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat……….6
  3. arsitektur dari Masjid Azizi…………………….……………..6
  4. Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat……..10
  5. Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan

kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat………..11

  1. peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum

Langkat………………………………………………………12

  1. Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid

Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat…………………13

  1. Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa

sebelum datangnya islam……………………..………………14

BAB III          PENUTUP…………………………………………………………..15

  1. Kesimpulan………………………………………..……………..15
  2. Saran………………………………………………………………15

LAMPIRAN…………………………………………..…………………………….17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I  PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang Masalah

Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 13-M menurut teori Gujarat. Indonesia sendiri adalah Negara dengan penganut islam terbesar didunia menurut “The Pew Forum On Religion & Public life pada tahun 2010” meskipun yang kita tahu bahwa indonesia jauh dari Negara islam. Indonesia memiliki 12,7 persen dari total muslim di dunia dan di Indonesia memiliki 88,1 persen dari penduduk Indonesia sendiri. Tak heran bila mana di Indonesia terdapat banyak jejak – jejak peninggalan bersejarah zaman islam seperti kesultanan langkat yang memiliki peninggalan berupa Masjid Azizi. Masjid Azizi sendiri didirikan oleh Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah 1897-1927 M dengan luas 18.000M2. Masjid Azizi merupakan perpaduan arsitektur antara bercorak Timur Tengah dan India dengan dinding nya dipewnuhi dengan kaligrafi dan corak flora. Masjid Azizi terakulturasi dengan budaya lama yaitu dengan adanya  menara yang menjulang tinggi. Arsitek masjid adalah orang Jerman. Pekerjanya banyak berasal dari etnis Tionghoa. Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan menggunakan kapal ke Tanjungpura melalui akses Sungai Batang serang. Tak hanya masjid di sekitar Masjid juga kami mendapati peninggalan keultanan langkat yang berupa Madrasah Masrurah Setelah Sultan Tengku Abdul Azizi Abdul Djalil Rahmat Syah wafat ia pun dimakam kan di area masjid azizi bersama dengan ayah nya Sulthan Haji Musa al-Khalidy al-Mu`azam Syah dan pembangunan pun dilanjutkan oleh anaknya Sultan Mahmud, sultan ini memiliki menantu yang tak asing di telinga kita yaitu T.Amir Hamzah yang kita kenal sebagai seorang pahlawan nasional sekaligus penyair angkatan balai pustaka. Karya – karya T.Amir Hamzah dapat kita temukan di dalam museum langkat berupa puisi – puisi dan peninggalan kesultanan langkat lainnya yang letaknya tak jauh dari Masjid Azizi. Jadi kita tak perlu heran bila Masjid ini terkenal hingga ke luar negeri .Banyak turis dari Malaysia, Singapura dan Brunei yang singgah di sini untuk salat dan berdoa.

 

B.Identifikasi Masalah

      Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai berikut :

  1. Sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat
  2. arsitektur dari Masjid Azizi
  3. Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
  4. Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
  5. peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
  6. Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat
  7. Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan masa – masa sebelum datangnya islam

 

C.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut dapat ditarik beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah yang akan dibahas secara lebih mendalam. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :

  1. Bagaimana sejarah pendirian Masjid Azizi di Kesultanan Langkat?
  2. Bagaimana bentuk arsitektur dari Masjid Azizi?
  3. Apa bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat?
  4. Mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi?
  5. Apa peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat?
  6. Apa Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat?
  7. Bagaimana bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam

 

D.Tujuan Laporan

Berdasarkan rumusan masalah diatas , tujuan dari laporan ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
  2. Untuk mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
  3. Untuk mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
  4. Untuk mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
  5. Untuk mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
  6. Untuk mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat
  7. Untuk mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan dengan unsur pra islam

 

E.Manfaat Laporan

            Dari tujuan laporan dapat kita ambil manfaat laporan ini adalah sebagai berikut :

  1. Pembaca dapat mengetahui sejarah pendirian Masjid Azizi pada di Kesultanan Langkat
  2. Pembaca dapat mengetahui bentuk arsitektur dari Masjid Azizi
  3. Pembaca dapat mengetahui bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat
  4. Pembaca dapat mengetahui alasan mengapa setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi
  5. Pembaca dapat mengetahui peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat
  6. Pembaca dapat mengetahui Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan Masjid dan Kesultanan langkat
  7. Pembaca dapat mengetahui bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II PEMBAHASAN

 

A.HASIL LAPORAN

  1. Sejarah Pendirian Masjid Azizi Di Kesultanan Langkat

Masjid Azizi adalah masjid peninggalan Kesultanan Langkat yang berada di kota Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan ibukota kesultanan Langkat di masa lalu. Masjid ini terletak di tepi jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Medan dengan Banda Aceh. Keindahan.Masjid Azizi dibangun atas anjuran Syekh Abdul Wahab Babussalam pada masa pemerintahan Sultan Musa al-Muazzamsyah. Masjid Azizi Tanjung Pura ini didirikan pada dua generasi kesultanan Langkat. Pembangunan masjid yang pertama Mulai dibangun pada Masjid ini didirikan pada 12 Rabiul Awal tahun 1320 H (1899M) atau setidaknya 149 tahun sejak Langkat resmi berdiri sebagai Kesultanan, namun Sultan Musa wafat sebelum pembangunan masjid selesai dilaksanakan. Pembangunan diteruskan oleh putranya yang bergelar Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah (1897-1927) Sultan Langkat ke-7. Kemudian diberi nama dengan Azizi sesuai dengan nama Sulthan Tengku Abdul Aziz, masjid ini memiliki kemegahan dan keindahan, masjid ini dapat menampung ribuan jema`ah, berdiri di tanah seluas 18.000 M2. dan selesai di bangun dalam tempo waktu 18 bulan, dibuat oleh kontraktor berkebangsaan Jerman. Masjid Azizi diresmikan sendiri oleh Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw dan peringatan perubahan Kerajaan menjadi kesultanan Langkat pada tanggal 12 Rabiul Awal 1320H (13 Juni 1902 M) menghabiskan dana sekitar 200,000 Ringgit dan dinamai masjid Azizi sesuai dengan nama Sultan Abdul Aziz Djalil RachmatSyah. Menurut informasi yang saya dapat bahwa masjid azizi ini belum pernah ada renovasi berupa perombakan bangunan nya sejak didirikan paling hanya penggantian cat saja. Pada saat szaya melakukan kunjungan saya mendapati rumor bahwa , dahulu masjid azizi ini memiliki arah kiblat yang salah dimana masjid tidah mengarah ke barat. Tapi dengan kekuatan  batin dari Sultan Abdul Aziz Djalil RachmatSyah ia membenarkan kibklat masjid ini.

 

  1. Arsitektur Masjid Azizi

Bukti fisik dari kebesaran Kesultanan Melayu Langkat ini adalah berupa bangunan masjid yang memiliki arsitektur bernilai tinggi, yaitu masjid Azizi Tanjung Pura.Keindahan Masjid Azizi ini kemudian dijadikan rujukan pembangunan Masjid Zahir di Kedah, Malaysia, hingga kedua masjid tersebut memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Rancangan masjid ditangani oleh seorang arsitek berkebangsaan Jerman, para pekerjanya banyak dari etnis Tionghoa dan masyarakat Langkat sendiri. Sedangkan bahan bangunan didatangkan dari Penang Malaysia dan Singapura dengan menggunakan kapal ke Tanjungpura. Sedangkan keramik dinding dan lantai jelas bercorak Cina dan Eropa..Masjid Azizi bercorak campuran Timur Tengah dan India dengan banyak .Lampu gantung berwarna perak (dulu berwarna kuning karena terbuat dari kuningan dan kemudian disepuh perak) berasal dari Negeri Belanda .Bangunan induk berukuran 25 × 25 m dan tinggi ± 30 m. Ketiga sisi Masjid dilengkapi dengan serambi masing masing di sisi timur, utara dan selatan, masing masing serambi ini berhubungan langsung dengan koridor di tiga sisi masjid dan langsung menuju ke pintu masuk. Tiang serambi yang berdiri di sisi kiri dan kanannya berbentuk persegi delapan mirip menara dalam ukuran kecil dengan bagian ujungnya berbentuk kuncup bunga. Serambi dan teras masjid dilengkapi dengan pilar pilar dan lengkungan khas timur tengah dihias dengan kaligrafi, bentuk bentuk geometris dan ukiran floral. Ruang utama masjid dindingnya empat persegi panjang berukuran 20 × 20 m. Lantai ruang utama tadinya berlapis keramik tapi kini diganti dengan marmer, sisanya lantai keramiknya masih dapat dilihat di bagian tengah lantai ruang utama. Bagian dinding luar ruang utama dihiasi dengan kaligrafi al-Qur’an, hiasan geometris, dan floraral. Dinding bagian dalam ruang utama penuh dengan hiasan, sisi bawahnya dilapisi marmer, sedangkan sisi atasnya dihiasi kaligrafi al-Qur’an, bentuk geometris dan floral. Mihrab dan mimbar masjid Azizi terbuat dari marmer. Yang menjadi ciri khas bangunan dari masjid Azizi ini adalah ornamen warna khas Melayu Islam yaitu kuning. Serta arsitektur bangunan fisik kubah dan menara yang dilihat dari luar tampak seperti bangunan masjid Islam di India. Sementara arsitektur dalam masjid tampak seperti bangunan masjid pada masa Ottoman Turki yang dipenuhi tulisan kaligrafi Arab pada dinding-dinging tembok masjid. Menara masjid terletak di timur laut masjid dengan tinggi sekitar 60 meter serta ukiran pada pintu-pintunya bernuansa arsitektur Tiongkok. Menara ini memiliki tangga yang berputar didalam menara dengan jumlah nya 121. Menara dilengkapi 2 lantai yang pertama memiliki 56 tangga dan yang kedua memiliki 65 tangga. Saya bersyukur saya dapat berkesempatan menaiki menara hingga ke lantai dua nya. Disana saya sangat menikmati pemandangan langkat dan keindahan masjid azizi secara keseluruhan. Bagian bawah menara dilengkapi sebuah pintu. Bagian kedua dihiasi dengan sebuah jendela lengkung pada setiap sisinya. Bagian atapnya berbentuk kubah dengan bulan di puncaknya. Bangunan utamanya bercorak Timur Tengah dan India dengan lebih dari sembilan kubah. Di dalamnya terdapat bangunan segi sembilan dengan tiang menjulang ke atas. Tempat khatib berkhutbah berbentuk mihrab berundak yang cukup tinggi seperti pelaminan raja. Disisi masjid terdapat perpustakaan amir hamzam yang bernama Balai Pustaka Amir Hamzah. Didalamnya kita dapat menjumpai peninggalan amir hamzah berupa buku karangan nya dan beberapa foto mengenai kesultanan langkat. Namun sangat disayang kan,saya tak dapat masuk kedalam nya dikarenakan juru kunci tidak berada ditempat. Jadi saya hanya dapat melihat dan mengabadikan nya dari jauh melalui jendela nya.Masjid ini mirip bangunan masjid raya Kesultanan Deli di Medan, karena bagaimanapun Langkat dan Deli masih ada hubungan kekerabatan. Demikian juga, bangunan Masjid Zahir di Kedah mirip dengan masjid Azizi ini. Itu barangkali karena Sultan Langkat pernah memiliki hubungan perkawinan dengan Sultan Kedah.

 

 

  1. Bentuk kepedulian sultan terhadap masyarakat langkat

Banyak sekali kepedulian yang diberikan para sultan langkat kepada masyarakatnya diantaranya dengan dibangunnya Masjid azizi ini sendiri. Sultan memiliki pemikiran bahwa islam akan berkembang . jadi, ia berinisiatif untuk membangun masjid guna kepentingan rakyatnya dikemudian hari dan para sultan juga membangun madrasah yang bernama Masrurah. Pada awalnya madrasah (maktab) ini hanya disediakan untuk anak-anak keturunan raja dan bangsawan saja, namun pada perkembangannya maktab ini memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk dapat belajar dan menuntut ilmu.Di madrasah ini dapat kita jumpai tokoh-tokoh terkenal yang pernah menimba ilmu di madrasah ini seperti Adam Malik yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia dan T.Amir Hamzah yang kita kenal sebagai pahlawan nasional dan penyair angkatan balai pustaka. Bangunan induknya berlantai dua. Jendela-jendela lebar berwarna hijau menghiasi dinding bangunan bercorak klasik yang berwarna kuning. lembaga pendidikan yang dibangun oleh Sultan Langkat Abdul Azis Abdul Djalil Rahmadsyah pada 22 Muharam 1330 H atau 15 Desember 1912 M. Pada awal pembangunannya, didirikan tiga lembaga pendidikan, yakni Madrasah Al-Masrullah pada 1912, Madrasah Al-Aziziah pada 1914, dan Madrasah Mahmudiyah pada 1921Langkat Tak hanya ini saya juga mendapat kan informasi bahwasanya , Sultan Abdul Aziz Djalil Rachmat Syah memanggil tuan guru dari Rokan Tengah (Riau) beliau adalah Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal juga dengan Syekh Basilam yang merupakan murid dari Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Qubais Mekkah. Beliau lah yang mengajari masyarakat langkat dalam beragama. Beliau juga yang membangun perkampungan islam di besillam. Dikampung inilah pusat penyebaran Tharikat Naqsybandiah. Pendidiknya adalah para tuan guru yang didatangkan langsung dari Kairo (Mesir), Saudi Arabia, dan negeri-negeri Timur Tengah lainnya. Biaya pendidikan pun ditanggung oleh Kesultanan. Bahkan, untuk murid-murid yang berprestasi, ada semacam beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, baik ke Mekkah, Madinah, maupun Mesir.

 

  1. Setiap tahunnya diadakan festival masjid azizi peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat

 

Di masjid Azizi Tanjung Pura setiap tahunnya diadakan Festival Azizi ini merupakan perayaan tahunan untuk memperingati wafatnya Sang Guru Sjech Rokan sang pendiri perkampungan Babasussalam di Tanjung Pura. Kegiatannya beragam, mulai dari lomba barzanzi, azan, marhaban, dan baca puisi. Babussalam Syeikh Abdul Wahab Rokan, yang dikenal sebagai ulama penyebar Tariqat Naqsabandiah. Pengikutnya menyebar hingga ke Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, dan negara-negara AsiaTenggara. Menurut informasi,festiva azizi ini sebenarnya tidak ada hubungan dengan masjid azizi dan sejarah nya. Tapi, hanya karena tempat diadakannya festival adalah masjid azizi maka acara ini diberi nama festivalazizi.
 

  1. Peninggalan kesultanan langkat yang berada di Museum Langkat

Museum daerah Kabupaten Langkat terletak di kota Tanjung Pura. Keberadaan Museum Daerah ini dirintis pada tahun 2003 dengan memanfaatkan gedung bekas Kerajaan Sultan Langkat yang didirikan pada tahun 1905. Museum ini terletak di Jl. T. Amir Hamzah dan tidak seberapa jauh dari Mesjid Azizi Tanjung Pura. Keberadaan museum ini dalam kiprahnya terus berusaha untuk melengkapi benda-benda khasanah peninggalan sejarah dan juga benda-benda budaya dari beberapa etnis yang ada di Kabupaten Langkat seperti Melayu, Karo dan Jawa. Dengan luas gedung sekitar 1500 m2, terhimpun menyimpan, merawat dan memperkenalkan aneka ragam benda/barang antara lain: benda/barang milik pribadi T. Amir Hamzah, khasanah berbagai peralatan rumah tangga, alat musik, busana, alat permainan tradisonal dan lain-lain, peralatan buda dan miniatur rumah daerah Jawa, Budaya Karo dan juga miniatur rumah adat Karo, peralatan perjuangan pada masa sebelum kemerdekaan, benda-benda peninggalan Tuan Guru Babussalam, seperti foto Tuan Guru Babussalam I sampai dengan yang sekarang dan banyak lagi yang lainnya, miniatur Mesjid Azizi, serta miniatur Rumah T. Amir Hamzah, Replika Singgasana Sultan Langkat. Pada dinding-dinding dipajangkan pula foto-foto mantan pemimpin-pemimpin kabupaten Langkat seperti foto-foto para Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Langkat dan lain-lain.

 

 

  1. Hubungan orang-orang yang di makam kan di area Masjid Azizi dengan masjid dan Kesultanan langkat

Pada sisi barat di luar bangunan masjid Azizi terdapat makam para sultan Langkat yaitu Sultan Musa, Sultan Abdul Azizi dan Sultan Mahmud, serta makam guru ngaji para sultan Langkat yaitu Sjech Muhammad Yusuf. Lalu terdapat makam para permaisuri dan anak cucu keluarga kesultanan langkat.Selain itu terdapat juga makam dari pujangga dan pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah diluar makam sultan namun tetap berada di area masjid azizi. Dan terdapat makam umum bagi masyarakat langkat yang memiliki kartu pemakaman. Tidak ada syarat khusus untuk dimakamkan di area ini ,cukup hanya dengan memiliki keluarga yang berada dilangkat kita dapat meminta tanah perkuburan disana. orang-orang yang dimakamkan di area ini pastilah memiliki hubungan yang sangat erat baik peran dalam masjid azizi maupun kesultanan langkat itu sendiri. Seperti yang dapat kita ambil contoh yaitu makam Sultan Abdul Azizi yang medmiliki peran dalam pembangunan masjid azizi dan perkembangan pendidikan di langkat serta memerintah kesultanan langkat. Selanjutnya, sjech Muhammad Yusuf adalah guru ngaji yang mengajarkan masyarakat langkat. Beliau merupakan murid dari sjech abdul wahab rokan yang berasal dari riau. Tidak lupa pula sang pahlawan nasional dan penyair angkatan balai pustaka yang taka asing bagi kita yaitu T.Amir Hamzah salah seorang menantu dari sultan Mahmud. T.Amir Hamzah juga dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan bangsawan . namun, ia adalah orang yang sederhana,alim,bijaksana. Beliau wafat pada saat revolusi kesultanan langkat di istana langkat tahun 1946.

 

  1. Bentuk akulturasi dari Masjid Azizi dengan unsur pra islam

Pada masjid ini jelas terlihat perpaduan antara unsure islam dengan pra islam. Masjid ini mendapat akulturasi dari budaya hindu-budha yaitu dengan ada nya menara di sisi timur masjid. Untuk islam sendiri sebenarnya tidak ada menara yang berfungsi sebagai tempat mengumandangkan azan. Masjid kuno Indonesia menandai masuknya waktu shalat hanya cukup dengan memukul beduk atau kentongan. namun, masjid tetap boleh  menggunakan menara karena tidak ada larangan tertentu dalam agama selagi tidak melanggar syariat agama. Hal ini dianggap karena islam menghargai budaya yang masuk ke Indonesia sebelum islam masuk ke Indonesia. Serta jika kita amati lebih teliti ,kuburan dari para sultan langkat pun mendapatkan akulturasi budaya lama yaitu diamana bentuk dari kuburannya sendiri bertingkat-tingkat atau berundak-undak yang ada pada masa praaksara.

 

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

            Masjid azizi dibangun selama dua periode yang pertama oleh sultan musa dan setelah sultan musa meninggal pembangunan dilanjutkan oleh anak nya sultan abdul aziz syah. Arsitektur masjid azizi ini adalah seorang kebangsaan Jerman serta bahannya berasal dari Malaysia dan Singapore. Kepedulian sultan jelas terlihat dengan adanya makhtab Masrurah dan masjid azizi ini sendiri. setiap tahunnya di masjid azizi mengadakan festival azizi. Festival ini dibuat untuk memperingati haul nya sjeh abdul wahab rokan. Banyak peninggalan kesultanan langkat di museum langkat yang dulunya merupakan balai kerapatan kesultanan langkat .Agar anak cucu yang akan datang dapat melihat nya. Di area masjid azizi ini pun terdapat makam-makam yang sangat berpengaruh di langkat seperti para sultan beserta keluarganya, T.Amir Hamzah, dan masyarakat langkat sendiri. jika kita memperhatikan masjid ini tampak terlihat bahwa masjid ini mendapat akulturasi dari budaya lama seperti adanya menara (hindu-buddha) dan bentuk dari kuburan yang bertingkat atau undak-undak(pra aksara)

 

B.Saran

Saya selaku penulis memberikan saran sebagai berikut :

  1. Perawatan masjid azizi ini sendiri. karena sewaktu saya datang saya menjumpai sampah yang tak lazim keberadaan nya. Walaupun tidak banyak namun cukup mengganggu pandangan mata.
  2. Saya berharap museum langkat dapat dibuka setiap hari dan dalam waktu buka yang lebih lama dan sebaiknya juru kunci museum sendiri bertempat tinggal tak jauh dari museum. Karan ,sewaktu saya datang saya tidak bisa masuk ke dalam museum karena pada saat itu adalah hari libur dan ketika ingin minta izin untuk masuk ke museum ternyata rumah juru kunci nya berada di stabat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

MASJID AZIZI LANGKAT

KUBAH DALAM MASJID AZIZI

LAMPU HIAS DENGAN 100 TITIK LAMPU DARI NEGERI BELANDA

MIMBAR MASJID AZIZI DAN TEMPAT IMAM

MENARA MASJID AZIZI DAN 121 TANGGA DALAM MENARA

DI DINDING MENARA
DI DINDING DEPAN MASJID

 

Tulisan Arab Melayu di dinding depan masjid:

Mesjid ini didirikan oleh Tengku Haji Musa (Sultan Langkat) pada tahun 1296 H.

Oleh Tengku Abdul Aziz Sultan Langkat pada tahun 1320 mesjid ini diperbaiki seperti

keadaannya pada waktu ini dan diberi nama Mesjid Azizi.

Oleh ahli waris almarhum Tengku Aziz, batu peringatan diperbuat sebagai tanda terima kasih atas jasa dari

pendiri Mesjid Azizi (Al Fatihah)

Tanjung Pura, 31 Rabiul Awal 1373 H/ 19 November 1953

 

 

TANGGAL PENDIRIAN MASJID AZIZI

MAKAM KELUARGA KESULTANAN LANGKAT

PUSARA T.AMIR HAMZAH

 

PEMAKAMAN UMUM MASYARAKAT LANGKAT DI MASJID AZIZI

PERPUSTAKAAN T.AMIR HAMZAH

ISI DARI PERPUSTAKAAN T.AMIR HAMZAH

MAKHTAB / MADRASAH MASRURAH

MUSEUM LANGKAT YANG DULUNYA MERUPAKAN BALAI KERAPATAN

FOTO BESRSAMA PAK PASARUDIN(NARASUMBER/MUAZIN)

FOTO KETIKA BERADA DI MENARA LANTAI SATU

DRAMA LUCU

PERJUANGAN MENJADI SEORANG KADES

Alkisah, di sebuah kampong bernama kampong soyok tinggallah sepasang suami istri (Nia dan wahyu ) yang sangat terobsesi ingin menjadi ketua desa di kampong mereka. Segala cara pun dilakukan. Darisinilah segalanya berawal…………………………………………………………………………………………..

SCENE I

NISA                 :           (Menaruh segelas the di atas meja disamping wahyu)

Njeh pak haji calon kades  kampong soyok wahyu andhika.

Wahyu             :           Makasi ya dek (mengedipkan sebelah matanya)

Nia                   :           (menjewer telinga wahyu )

Pantang liat daun muda !

Mana kedap kedip lagi.

Wahyu             :           Enggak kok dek, mata abang tadi kelilipan.

Nisa                 :           Permisi Ndoro ayu

(meningggalkan tempat )

Laura               :           (memasuki tempat kejadian )

Papa!

Papa, katanya mau join pemilihan chief of the village kan?

Pendaftarannya udah mulai loo…….

Nia                   :           Apa?! Yakin?

(mengguncang-guncang wahyu )

(memukul bahu wahyu)

Abang! Kau dengar itu? Daftarlah cepat bang,selak jamuran kau disitu!

Wahyu             :           Nantilah dek!

Gampang-gampangnhya lawanku!

Nia                   :           Gampang pulak! Apa yang gampang?

Kau aja si paok-paok tamatan SD nya, apapulak mau ngelawan si Reza tamatan S3 sama si Novi S2.

Wahyu             :           Ha? S3? Setauku Cuma tamatan SMA lah.

Nia                   :           yaudah sama aja, SD,SMP,SMA. Yang penting masi lebih tinggi                              pendidikan dia dari pada kau bang.

Wahyu             :           ialah dek,nantilah abang daftar.

 

SCENE II

Di Balai Desa, diperkenalkan lah 3 calon kampong soyok.

Dinda               :           yah, ibu-ibu/bapak-bapak.

Pada pagi hari yang berbahagia ini, saya akan memperkenalkan 3 calon kades kita yaitu ibu Novi

Novi                 :           Terimakasih-terimakasih (melambai-lambai)

Dinda               :           Bapak Reza…………..

Reza                :           (nyengir lebar)

Dinda               :           Dan yang terakhir,Bapak Wahyu!

Nia & laura     :           Halo!!! ( melambai lambaikan tangan dan berpose )

Dinda               :           ya! Itulah calon-calon kades kita!

Terimakasih telah dating semuanya.

SCENE III

Nia                   :           Bang, ayoklah kita jumpai  si dukun bolet itu, tak yakin aku abang bias                               menang.

Wahyu             :           ayoklah kita datangi.

Ervin                :           Batu akik batu akik batu akik!

Mau kaya ada,mau laku ada,mau ganteng ada,semua ada.

Wahyu             :           (Mendekati Ervin) Mas,jualan batu akik ya?

Ervin                :           Enggak ,batu nisan pak-_-

Wahyu             :           kalo gitu satu mas buat istri saya HAHAHA

Nia                   :           Apa?

Wahyu             :           enggak dek.

Ervin                :           iya pak. tertarik sama batu akiknya pak? harganya terjangkau lo.

Wahyu             :           Untuk pemikat hati wanita ada pak?

Nia                   :           (menepuk bahu wahyu)

Apanya pemikat wanita?

Gak cukup lagi 2 istri samamu?

Dasar playboy tua Bangka,tua tua keladi!

Lebih baik kau cari batu akik buat jadi kades. Ada bang?

Ervin                :           Ada kak . ini dia (menunjukkan sebuah batu)

Harga nya 5 juta kak!

Nia                   :           Nah, kubayarkan.

Ervin                :           Makasi ya kak.

Nia                   :           Oke!!

 

SCENE IV

Sesampainya dirumah pak dukun bolet. Mereka pun mulai membinncangka keinginan mereka.

Wahyu             :           Jadi bagaimana mbah? Apa yang  harus saya lakukan?

(membaca mantra sambil memejamkan mata)

(menjerit)

(melemparkan air kepada 3 orang didepannya)

Ki Bolet            :           Caranya gampang toh. Tapi wani piro?

Wahyu             :           Tenang aja itu bias diatur ki.

Ki Bolet            :           Baiklah,caranya anda harus melakukan serangan fajar

Laura               :           What? serangan fajar?

Ki Bolet            :           Iya,satu amplop Rp.50.000. Sanggup?

Wahyu             :           Sanggup ki, terimakasih ya ki (berdiri meninggalkan set)

Ki Bolet            :           Eittss , bayaran saya?

Wahyu             :           Wah, hamper saya lupa ki. Piro harga ne?

Ki Bolet            :           Biasanya 50.000 ,berhubung situ orang baru ya saya kasi murah                            Rp.50.000.000 aja.

Wahyu             :           Itusih mahal ki, tapi nyicil ya ki.HEHEHE

Ki Bolet            :           Banyak kali cakap mu,katanya gampang tapi nyicil juga toh. Btw yaa                     gakpapa lah.

SCENE V

Di balai desa, semua orang beramai-ramai dan berkumpul untuk menghadiri kampanye para kepala desa. Terlebih lagi, salah satu calon kades yang baru ada yang mengundang penyanyi yang sedang naik daun yaitu Nahda mengada ngada.

Dinda             :           Yah,hadirin sekalian .marilah kita sambut ke 3 calon kades kita.

(Ke 3 calon kades memasuki panggung sambiol melambaikan tangan.)

Dinda                         :           kita akan dengar jawaban dari kandidat yang berdiri disini. Dan yang                    pertama adalah wahyu andhika. Bagaimana cara bapak dalam                              memerangi banyaak nyta pencurian di desa soyok ini?

Wahyu             :           (menjawab)

Dinda               :           Selanjutnya bapak reza. Bagaimana cara bapak dalam menghadapi gas                melon yang tak tersalur secara merata?

Reza                :           (menjawab)

Dinda               :           Dan yang terakhir ibu novi. Apa yang dapaat ibu lakukan dalam                            meningkatkan mutu pendidikan di desa kita ini? Silahkan ibu novi.                                     Tunggu, ibu novi nya mana ini?

Novi                 :           saya disini, saya gak kemana mana.(menjawab)

Dinda               :           sebelum kita mengakhiri acara ini, marilah kita saksukan penampilan                   dari penyanyi ibu kota kita Nahda mengada ngada.

Semua                         :           (menyanyi dan menari)

SCENE VI

Disebuah rumah kumuh yang mungkin akan rubuh itu,tampak 4 orang manusia didalamnya sedang berbicara.

Bayu                :           Ada apa lagi kalian kesini?

Wahyu             :           Gini ki, aki taukan kandidat yang namanya novi itu?

Bayu                :           Iya,jadi?

Wahyu             :           Menurut saya, dia itu lawan terbesar saya. Apalagi kan dia udah                            sarjana ,omongannya juga pintar semua.

Bayu                :           Oh,(mengumamkan mantra)

Saya tau,kamu mau saya buat dia kalah.

Nia                   :           Iya ki, kalau perlu keluar juga dari kampong ini.

Bayu                :           Bisa diatur itu,bias diatur.

Wahyu             :           Bisa diatur gimana ki?

Bayu                :           Asal ada fulus semua mulus

Wahyu             :           Berapa aja deh ki, kita bayar.

Bayu                :           50.000.000

Wahyu             :           Oke ki

Bayu                :           (membaca mantra agar novi kalah)

Bayu                :           sudah,sekarang tinggal usaha kalian saja.

Nia                   :           novi gimana ki?

Bayu                :           dia telah saya beri sugesti agar korupsi dan ditangkap oleh KPK

Wahyu             :           terimakasih ya ki.

Bayu                :           sama sama.

Laura               :           what about reza?

Wahyu             :           ahh,mana mungkin dia bias ngalahin aku. Udah yok kita pulang.

 

 

SCENE VII

Di balai desa……………

Dinda               :           Yah ibu-ibu/bapak-bapak terimakasih sudah dating ke pemilihan                                        kades ini. Namun seperti yang kita ketahui,bahwa semalam ada salah                               satu dari calon kades kita terganjal kasus korupsi gas melon yaitu ibu                                 novi . sehingga beliau secara resmi didiskualifikasi dari pemilihan                                                kades ini.

(tiba-tiba dating seorang banci ke atas panggung)

Mince              :           Heii!! Dasar abang penipu (memukul mukul reza)

Dinda               :           (kaget) ada apa ini? Anda siapa? Security!!!

Mince              :           Adek ini pacarnya bang reza(berbicara pada dinda) tega abang                              campakkan cinta adek yang hanya untuk abang ini? (menghadapreza)

 

SCENE VIII

Disebuah kafe, tampaklah reza dan novi yang sedang berbicara dengan berapi-api

Reza                :           Ini tidak bias dibiarkan!

Novi                 :           Kok bias dia yang menang!

Reza                :           Padahal saya sudah habis habisan kampanye dan serangan fajar.

Novi                 :           Balas dendam yok?!

Reza                :           Oke,kita bayar orang ya,biar kita suruh orang nabrakkan dia sekali.

Novi                 :           Bagi dua ya.

Reza                :           Oke bias diatur.

 

SCENE IX

Saat sedang merayakan keberhasilan wahyu, tiba tiba seorang pengendara sepeda motor dengan helm menabrak wahyu dan menembaknya.

Wahyu             :           AAAAAAAAAAAAAAAAA!!!! (dan meninggal dunia)

Nia                   :           BAAANGGG!!!!!!!!!!!!!

ABAAAANGG!!!!!!!!!

Bangun bang,bangunnnn ….

Laura               :           PAPA!!!!!!!!!!!!!(menangis)

 

SCENE X

Setelah kejadian tersebut,Nia pun menjadi gila karena ditinggal suami tercintahhh,lalu reza diangkat menjadi kepala desa kampong soyok dan menikah dengan novi. Sementara laura menikah dengan ki Bayu bolet yang telah lama memendam rasa terhadap nya.

 

AMANAT DARI CERITA INI ADALAH………………..

“Segala sesuatu yang dimulai dengan niat tidak baik dan dijalan kan dengan tidak baik maka hasilnya pun akan hanya membawa malapetaka bagi diri sendiri”

 

BATU AKIK MEMBUMING

 

  1. PENGERTIAN BATU AKIK

Batu akik adalah sebuah mineral atau batu yang terbentuk secara alami dari hasil prosedur geologi yang unsurnya terdiri atas satu ataupun beberapa komponen kimiawi yang memiliki harga jual yang amat tinggi. Batu akik terbuat dari pengkristalan zat mineral dalam kurun waktu yang sangat lama bisa mencapai jutaan tahun lamanya, yang kemudian Kristal ini berubah menjadi batu akik.

 

  1. JENIS – JENIS BATU AKIK

 

  1. BATU LAVENDER

 

 

Daerah Temuan         :           Sukoharjo

Warna                         :           Pada umumnya berwarna ungu muda atau pun tua

Jenis Batuan               :           Chalcedony

Tingkat Kekerasan     :           7 Mohs

Kandungan batu        :           intergrowths(mineral kuarsa) dan moganite

Keunggulan Batu       :           Keindahan warna yang dimiliki batu

Khasiatnya                 :           -Untuk membangkitkan aura positif

(dipercaya dapat)                  -Memperlancar peredaran darah

-Keharmonisan dan ketenangan

-Menjernihkan pikiran

-Meredam amarah,kesabaran dan ketentraman

 

  1. BATU PANCA WARNA EDONG

 

 

Daerah Temuan         :           Garut,Jawa Barat

Warna                         :           Merah,Hijau,Coklat,Biru,Putih(sedikitnya 5 warna)

Jenis Batu terdiri atas:          Panca Warna Edong(dominan hitam) dan Panca Warna                                                             Klawing(dominan hijau)

Tingkat Kekerasan     :           7-7.5 Mohs

Berat jenis                  :           2.88-2.89

Kandungan batu        :           mangan,tebaga,nikel,silik,dan besi

Keunggulan Batu       :           memiliki keanekaragaman warna yaitu 5 warna sekaligus                                                         dalam satu batu

Khasiatnya                 :           -Meningkatkan kharismatik

(dipercaya dapat)                  -Meningkatkan kewibawaan

-Disegani banyak orang

-Cocok untuk pemimpin

-Untuk kejayaan dan kemakmuran

-Sebagai media pengobatan (Terapi)

-Untuk keselamatan lahir dan batin

 

 

  1. BATU GIOK ACEH

 

 

Daerah Temuan         :           Aceh

Warna                         :           Hijau muda ataupun hijau tua

Jenis Batu                   :           Jadaite

Tingkat Kekerasan     :           7 Mohs

Berat Jenis                  :           2,8 – 3,3

Kandungan Batu        :           Kalsium,Potesion,Besi dan Magnesium

Keunggulan Batu       :           tingkat kekerasan yang tinggi, ke kristalannya dan batu ini                                                       dapat bermetamorfosis

Khasiatnya                 :           -Memperlancar sirkulasi darah

(dipercaya dapat)                  -Meningkatkan kesuburan

-Membantu penyembuahan dan penguatan ginjal

-Membawa keberuntungan

-Melindungi diri dari aura negative

 

 

  1. BATU TERATAI

 

Daerah Temuan         :           Bengkulu (biasanya di gua-gua)

Asal batu                    :           berasal dari fosil karang ytang memiliki serat berlubang

Warna                         :           putih,merah,hijau,air,kuning emas.

Jenis Batu                   :           karang

Kandungan batu        :

Keunggulan Batu       :           motif dari bunga teratai yang indah serta langka.

Khasiatnya                 :           -Melancarkan hubungan sosial

(dipercaya dapat)                  -Mengikat lawan jenis

Harga                          :           Dibanderol Rp.300.000 – 500.000 ,namun tetap saja                                                                 tergantung pada batu itu sendiri.

 

  1. BATU CEMPAKA MADU

 

 

Daerah Temuan         :           Pacitan,Jawa Timur

Warna                         :           Kuning kemerahan

Jenis Batu                   :           Chalchedony

Tingkat kekerasan     :           7 Mohs

Berat jenis                  :           2.60

Keunggulan Batu       :           warna nya yang indah untuk perempuan dan harganya                                                             lumayan terjangkau dari batu yang lain

Khasiatnya                 :           -Membawa Keberuntungan

(dipercaya dapat)                  -Menetralisir aura negative dalam tubuh

-Meningkatkan kecerdasan

-Menimbulkan ketentraman hati

-Menimbulkan kharismatik

Harga                          :           Dibanderol Ratusan ribu sampai jutaan rupiah

 

 

  1. BATU BIO SOLAR

 

Daerah Temuan         :           Aceh

Warna                         :           hijau biru,kuning-coklat atau pastel

Jenis Batu                   :           Jadaite

Tingkat kekerasan     :           7-7.3 Mohs

Berat jenis                  :

Kandungan Batu        :           logam,oksigen,hydrogen,silikat,kalsium,aluminium

Keunggulan Batu       :           Kelangkaan yang dimiliki batu sendiri.

Khasiatnya                 :           –

(dipercaya dapat)                 –

`                                               –

Harga                          :           semakin bersih batunya maka akan semakin mahal harganya

 

  1. BATU IDOCRASE

 

Daerah Temuan         :           Sumatera Barat dan Nangroe aceh darussalam

Temuan pertama      :           Mt.Vesuvius (1795)

Warna                         :           Hijau muda transparaan dengan kabut awan didalamnya

Kandungan Batu        :           kalsium,magnesium,silica,aluminium,hidroksida

Jenis Batu                   :           Jadaite

Tingkat kekerasan     :           6-7 Mohs

Keunggulan Batu       :           warna dan motif nya

Khasiatnya                 :           -Menetralisir racun dalam tubuh

(dipercaya dapat)                  -Meningkatkan stamina

-Menjernihkan pikiran

`                                               -Membuka aura wajah (awet muda)

-membuka keberuntungan

 

  1. BATU OBSIDIAN

 

Daerah Temuan         :

Warna                         :           putih polos

Jenis Batu                   :

Tingkat kekerasan     :

Kandungan Batu        :

Keunggulan Batu       :

Khasiatnya                 :           -Meningkatkan daya kerja otak

(dipercaya dapat)                  -Memberi keberuntungan

-Menambah kekuatan jasmani

-Mengobati penyakit

-Menetralisir racun

MOBILITAS PENDUDUK

 

A.LATAR BELAKANG MASALAH

Mobilitas penduduk telah berlangsung sejak terciptanya manusia pertama kali. Manusia melakukan perburuan maupun meramu tumbuh-tumbuhan yang berguna untuk kelangsungan hidupnya. Sebelum mulai menatap mereka melakukan aktiitas di bidang pertanian yang mulai dengan pola berpindah-pindah kemudian melakukan pertanian menetap.
Pada dasarnya manusia melakukan mobilitas dengan suatu tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas hidupnya mulai dengan pemenuhan kebutuhan pangan sekunder lainnya. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa seseorang akan melakukan mobilitas dengan tujuan untuk memperoleh pekerjaan akan pendapatan. Dengan demikian daerah tujuan mobilitas penduduk merupakan derah dimana terdapat peluang yang lebih besar untuk memperoleh pekerrjaan yang lebih baik, atau peningkatan pendapatan. Sehingga kesempatan kerja yang tersedia disuatu daerah merupakan salah satu factor pendorong adanya mobilitas penduduk.
Selanjutnya, jika kebutuhan dasarnya telah dapat terpenuhi maka mobilitas dilakukan dengan tujuan memenuhi kebutuhan sekunder, termasuk wisata bahkan mngkin sampai tingkat foya-foya.

 

B.RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang dimaksud dengan mobilitas dan ruang lingkup penduduk ?
  2. Apa saja bentuk-bentuk dari mobilitas penduduk ?
  3. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas penduduk ?
  4. Apa saja jenis dari mobilitas penduduk permanen (migrasi) dan bagaimana permasalahan kependudukan dalam migrasi penduduk?
  5. Apa yang dimaksud dengan mobilitas penduduk non permanen ( sirkuler) dan bagaimana contohnya?
  6. Bagaimana perilaku mobilitas penduduk?
  7. Bagaimana sumber data mobilitas penduduk dan analisis penduduk?
  8. Apakah dampak positif dari mobilitas penduduk?
  9. Apakah dampak negatif dari mobilitas penduduk?

 

C.TUJUAN PENELITIAN

  1. Memberikan informasi mengenai mobilitas dan ruang lingkup penduduk.
  2. Memberikan informasi mengenai bentuk dari mobilitas penduduk.
  3. Memberikan informasi mengenai faktor yang mempengaruhi mobilitasa penduduk.
  4. Memberikan informasi mengenai jenis-jenis mobilitas penduduk.
  5. Memberikan informasi mengenai dampak positif dan negatif dari mobilitas penduduk.
  6. Memberikan informasi mengenai

 

D.MANFAAT PENELITIAN

  1. Menambah wawasan dan pengetahuan pembaca tentang mobilitas penduduk.
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan serta pengalaman bagi penulis.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  PENGERTIAN MOBILITAS DAN RUANG LINGKUP PENDUDUK

 

Mobilitas penduduk mempunyai pengertian pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap seperti mobilitas ulang-alik (komunitas) dan migrasi. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat yang lain atau dari suatu daerah ke daerah lain.
Mobilitas dibedakan 2 yaitu mobilitas non permanen (tidak tetap) dan mobilitas tetap (tetap). Apabila perpindahan bertujuan untuk menetap di daerah tujuan maka disebut migrasi. Jadi migrasi artinya perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain untuk menetap.
Jenis-jenis mobilitas permanen :
1. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota.
2. Transmigrasi yaitu perpindahan perpindahan penduduk dari pulau yang padat ke pulau yang kurang padat penduduknya. Transmigrasi diatur oleh pemerintah.
3. Migrasi yaitu masuknya penduduk dari satu Negara ke Negara lain.
4. Emigrasi yaitu keluarnya penduduk suatu negara untuk masuk ke negara lain.
5. Remigrasi yaitu kembalinya penduduk ke negara asalnya.

Mobilitas penduduk dapat dibedakan antara mobilitas penduduk vertikal dan mobilitas penduduk horinzontal.

  1. Mobilitas penduduk vertical
    Mobilitas vertical adalah semua gerakan penduduk dalam usaha perubahan status sosial atau sering disebut dengan perubahan status, atau perpindahan dari cara-cara hidup tradisional ke cara-cara hidup yang lebih modern.
    Contohnya, seorang buruh tani yang berganti pekerjaan menjadi pedagang termasuk gejala perubahan status sosial. Begitupula seorang dokter gigi beralih pekerjaan menjadi seorang actor film juga termasuk mobilitas vertical.
  2. Mobilitas penduduk horizontal
    Mobilitas horizontal adalah semua gerakan penduduk yang melintas batas wilawah tertentu dalam periode waktu tertentu atau sering pula disebut dengan mobilitas penduduk geografis adalah gerak (movement) penduduk yang melintas batas wilayah menuju ke wilayah yang lain dalam periode waktu tertentu (Mantra, 1987). Batas wilayah umumnya digunakan batas administrates, misalnya propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan, pendukuhan (dusun). Naim (1979) dalam penelitiannya mengenai mobilitas penduduk suku Minagkabau menggunakan batas budaya Minang sebagai batas wilayah.

Hingga kini belum ada kesempatan diantara para ahli dalam menentukan batas wilayah dan waktu tersebut. Hal ini sangat bergantung kepada luas cakupan wilayah penelitian oleh setiap peneliti. Sebagai contoh, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam melaksanakan Sensus Penduduk di Indonesia menggunakan batas propinsi sebagai batas wilayah, sedangkan batas waktu digunakan enam bulan atau lebih. Jadi, menurut definisi yang dibuat oleh BPS, seseorang disebut migrant apabila orang tersebut bergerak melintasi batas propinsi menuju ke propinsi lain, dan dapat pula seseorang disebut migrant walau berada di propinsi tujuan kurang dari enam bulan tetapi orang tersebut berniat tinggal menetap atau tinggal enam bulan atau lebih di propinsi tujuan.
Mantra (1978) dalam penelitiannya mengenai mobilitas penduduk non permanent disebuah dukuh di Bantul menggunakan dukuh sebagai satuan wilayah dan batas waktu yang digunakan untuk meninggalkan dukuh asal enam jam atau lebih. Batas enam jam diambil karena seseorang yang bepergian menginggalkan dukuh asal keperluan tertentu dan bepergiannya dipersiapkan terlebih dahulu, dan lamanya menginggalkan dukuh minimal enam jam. Alasannya lain pengambilan batas enam jam ialah untuk menjaring orang-orang yang melakukan mobilitas ulang alik atau communiting.
Akibat belum adanya kesepakan diantara para ahli mobilitas penduduk mengenai ukuran batas wilayah dan waktu ini hasil penelitian mengenai mobilitas penduduk diantara peneliti tidak dapat diperbandingkan. Mengingat bahwa skala penelitian itu bervariasi antara peneliti yang satu dengan peneliti lain, sulit bgai peneliti mobilitas penduduk untuk menggunakan batas wilayah dan waktu yang baku (standard). Misalnya, apabila wilayah penelitian itu desa, tidak mungkin menggunakan batas propinsi sebagai batas wilayah dan meninggalkan daerah asal 6 bulan atau lebih sebagai batas waktu. Jadi, ada baiknya tidak ada batas waktu baku untuk batas wilayah dan waktu penelitian mobilitas penduduk. Sudah tentu bahwa makin sempit batasan ruang da waktu yang digunakan, makin banyak terjadi gerak penduduk antara wilayah tersebut.
Kalau dilihat ada tidaknya niatan untuk menetap di daerah tujuan, mobilitas penduduk dapat pula dibagi dua, yaitu mobilitas penduduk permanent atau migrasi dan mobilitas penduduk non permanent. Jadi, migrasi adalah gerak penduduk yang melintas batas wilayah asal menuju ke wilayah lain dengan ada niatan menetap di daerah tujuan. Sebaliknya, mobilitas penduduk non permanent ialah gerak penduduk dari suatau wilayah ke wilayah lain dengan tidak ada niatan menetap di daerah tujuan. Apabila seseorang menuju ke daerah lain dan sejak semula sudah bermaksud tidak menetap di daerah tujuan., orang tersebut digolongkan sebagai pelaku mobilitas non permanent walaupun bertempat tinggal di daerah tujuan dalam jangka waktu lama (steele, 1983). Contoh yang baik dalam hal ini ialah mobilitas penduduk orang Minang yang melintas batas budaya Minagkabau menuju ke daerah lain. Walaupun berada di daerah tujuan selama puluhan tahun, mareka dikategorikan sebagai migrant nonpermanent karena tidak ada niatan menetap di daerah tujuan. Gerak penduduk orang Minang ini disebut dengan merantau. Sayang, banyak para migrant tidak dapat memberikan ketegasan apakah mereka ada niatan menetap di daerah tujuan atau tidak pada saat melakukan mobilitas yang pertama kali. Sering niatan tersebut berubah setelah pelaku mobilitas tinggal di daerah tujuan niata tersebut dalam jangka waktu relative lama.
Gerak penduduk yang nonpermanent (sirkulasi, circulation) ini dapat pula dibagi menjadi dua yaitu ulang alik (jawa=nglaju, Inggris=Communiting) dan dapat menginap atau mondok di daerah tujuan dalam batas waktu tertentu dan kembali ke daerah asal pada hari itu juga. Pada umumnya penduduk yang melakukan mobilitas ingin kembali ke daerah asal secepatnya sehingga kalau dibandingkan frekuensi penduduk ulang alik terbesar disusul oleh menginap/mondok dan migrasi. Secara operasional, macam-macam bentuk mobilitas penduduk tersebut diukur berdasarkan konsep ruang dan waktu. Misalnya mobilitas ulang alik, konsep waktunya diukur dengan enam jam atau lebih meninggalkan daerah asal dan kembali pada hari yang sama; menginap/mondok diukur dari lamanya meninggalkan daerah asal lebih dari satu hari. Tetapi kurang dari enam bulan, sedangkan mobilitas permanent diukur dari lamanya meninggalkan daerah asal enam bulan atau lebih kecuali orang yang sudah sejak semula berniat menetap di daerah tujuan seperti seorang istri yang berpindah ke tempat suami.

 

2.2   BENTUK-BENTUK DARI MOBILITAS PENDUDUK

  1. Mobilitas tradisional, dimana penduduk melakukan mobilitas atas dasar untuk memenuhi kebutuhan primer terutama pangan. Aktivitas mobilitas tradisional merupakan arus desa ke kota yang termasuk dalam pengertian urbanisasi.
  2. Mobilitas pra-modern, yang merupakan transisi dari mobilitas tradisional menuju mobilitas modern. Dalam hal ini penduduk mulai melakukan mobilitas dengan tujuan yang lebih luas bukan hanya sekedar untuk cukup pangan. Aktivitas dari desa ke kota sangat meningkat disertai dengan mobilitas antar kota dan juga mobilitas dari kota ke luar kota (pedesaan). Sehingga terjadi dengan apa yang disebut urbanisasi modern. Penduduk mobilitas atau migrasi dengan tujuan yang lebih luas termasuk kesenangan dan kenyamanan.
  3. Mobilitas modern, dimana mobiolitas penduduk telah mmelampaui batas-batas Negara dengan berbgai macam-macam tujuan baik kegiatan perdagangan maupun berwiraswasta.
  4. Mobilitas canggih atau super-modern, dimana mobilitas dilakukan telah melampaui pengertian berwiraswasta secara wajar yang dapat dimasukkan dalam kategori berfoya-foya dengan konsumsi yang berlebihan.

Bentuk mobilitas penduduk dapat dipahami berkaitan dengan keberhasilan dalam aktivitas ekonomi yang meliputi 2 komponen yaitu kesempatan kerja

(produktifitas) dan pendapatan (atau dana). Komponen mobilitas tersebut dapat di pandang sebagai indikator kualitas kehidupan masyarakat.

 

 

 

  • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS PENDUDUK

1.Faktor pendorong (push) Faktor pendorong (push) yang bersifat sentrifugal

  1. Makin berkurangnya sumber daya alam
  2. Hilangnya mata pencaharian.
  3. Perbedaan tingkat upah
  4. Diskriminasi yang bersifat penekanan atau penyisihan
  5. Menjauhkan diri dari masyarakat oleh karena tidak lagi kesempatan untuk pengembangan diri, pekerjaan atau perkawinan.
  6. Menjauhkan diri dari daerah asal oleh karena bencana alam seperti banjir, kebakaran, kekeringan, gempa bumi, atau epidemic penyakit.
  7. Fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup terbatas dan lapangan pekerjaan terbatas pada pertanian
  8. Jarak yang tidak jauh dan mudahnya transportasi mendorong mobilitas penduduk.

2.Faktor penarik (pull) Faktor penarik (pull) yang bersifat sentripetal

  1. Kesempatan mendapat pekerjaan sesuai dengan latar belakang profesinya dibandingkan di daerah asal.
  2. Kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi.
  3. Kesempatan yang lebih tinggi memperoleh pendidikan atau pelatihan sesuai dengan spesialisasi yang dikehendaki.
  4. Keadaan lingkungan yang menyenangkan, seperti cuaca perumahan, sekolah, da fasilitas umum lainnya.
  5. Ketergantungan, seperti dari seorang isteri terhadap suaminya yang tinggal di tempat yang dituju
  6. daerah tujuan mempunyai sarana pendidikan yang memadai dan lebih lengkap
  7. Informasi ajakan teman, saudara
  8. Daya tarik kota besar

 

3.Faktor Penghambat  yang terletak di antara

  1. Daerah asal dan daerah tujuan yang disebut penghalang. Misalnya: jarak, jenis alat transport dan biaya transport,

 

2.4. MOBILITAS PENDUDUK PERMANEN (MIGRASI)

 

2.4.1 Migrasi penduduk
Migrasi penduduk terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

  1. Migrasi internasional yang dapat di bedakan atas migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi).
    Imigrasi adalah masuknya penduduk suatu Negara ke Negara lain baik untuk maksud berkunjung, bekerja maupun kepentingan lain dalam waktu tertentu atau untuk selamanya, seperti datangnya orang Eropa yang masuk ke Amerika.
    Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap atau bekerja (penduduk yang keluar dari suatu Negara lain untuk menetap atau bekerja). Contoh : perginya orang Indonesia (TKI atau TKW) ke timur tengah untuk bekerja.
  2. Migrasi Internal yang disebut juga transmigrasi dan Urbanisasi
    Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam suatu wilayah Negara. Contohnya : perindahan suatu penduduk dari jawa ke daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Irian jaya dsb.
    Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan maksud untuk mencari nafkah.

 

2.4.2. Permasalan Kependudukan Berkaitan dengan Migrasi Penduduk
Berbagai jenis migrasi yang terjadi membawa dampak yang berbeda-beda bagi masyarakat asal maupun masyarakat tujuan.

  1. Migrasi internasional
  2. Dampak negatif adanya imigrasi dan cara penanggulangannya

1) Masuknya budaya-budaya asing yang tidak sesuai

Makin banyak orang asing yang masuk ke Indonesia berarti makin banyak pula budaya yang masuk. Karena orang-orang asing tersebut juga membawa budaya Negara asalnya yang sudah melekat. Banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya asli bangsa Indonesia. Hal tersebut lambat laun dapat merusak budaya bangsa Indonesia. Contohnya adalah sikap konsumtif dan pergaulan bebas. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, kita harus menjaga budaya bangsa agar tidak terpengaruh dengan budaya luar. Di samping itu penduduk juga harus bersikap selektif dan mempertebal keimanan dan ketakwaan sehingga terhindar dari budayabudaya yang bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa. Pemerintah juga dapat berperan dengan menciptakan iklim kondusif bagi berkembangnya budaya-budaya daerah dan nasional, seperti dengan menetapkan undang-undang dan kebijakan-kebijakan yang mendukung upaya pelestarian nilai dan budaya bangsa.
2) Masuknya orang-orang asing yang bermasalah
Imigran-imigran yang masuk ke Indonesia tidak semuanya berniat baik. Ada kalanya beberapa di antara imigran tersebut mempunyai tujuan yang tidak baik, seperti mengedarkan narkoba, menjual barang-barang ilegal, melarikan diri dari jeratan hukum di negaranya (buronan), untuk melakukan kegiatan memata-matai, dan lain-lain. Hal tersebut sangatlah mengganggu bagi kestabilan politik, ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan ketahanan nasional yang tinggi dengan melibatkan semua elemen bangsa. TNI dan Polri perlu meningkatkan kewaspadaan penjagaan terutama di daerah-daerah perbatasan dan melakukan pemeriksaan rutin dan disiplin terhadap imigran (WNA). Pemerintah melalui petugas keimigrasian dan bea cukai menerapkan aturan yang ketat dan disiplin dalam membuat ijin, memeriksa, dan menindak imigran beserta barang-barang yang masuk ke Indonesia. Masyarakat dapat bertindak proaktif dengan melaporkan ke pihak yang berwajib jika melihat kejanggalan-kejanggalan yang berkaitan dengan imigran (WNA).

  1. Dampak negatif adanya emigrasi dan cara penanggulangannya

1) Keengganan orang-orang Indonesia di luar negeri untuk kembali ke Indonesia
Banyak orang Indonesia yang bekerja di luar negeri enggan untuk kembali ke Indonesia. Mereka beralasan bahwa upah pekerja di luar negeri lebih tinggi bila dibandingkan dengan di Indonesia. Selain itu, juga suasana dan kehidupan di luar negeri dianggap lebih kondusif. Keengganan para pekerja tersebut terutama tenaga ahli untuk kembali ke Indonesia dapat mengurangi tenaga ahli di Indonesia. Usaha untuk menanggulangi hal tersebut dapat dilakukan dengan memperkokoh rasa nasionalisme. Juga dapat dilakukan dengan menciptakan iklim dalam negeri yang kondusif, terutama dalam dunia industri dan investasi, sehingga memicu membaik dan meningkatnya kehidupan ekonomi masyarakat.
2) Rusaknya citra Indonesia di mata negara lain
Rusaknya citra Indonesia di mata negara lain disebabkan oleh ulah orang-orang Indonesia di negara lain yang tidak bertanggung jawab, seperti melakukan tindak kejahatan di negara lain, buron yang lari ke negara lain, dan lain-lain. Untuk menanggulangi masalah tersebut dapat dilakukan oleh pemerintah melalui pihak keimigrasian untuk lebih memperketat perijinan pengajuan paspor/visa ke negara lain. Pemerintah juga bisa menjalin kerja sama secara baik dengan aparat-aparat yang berwenang negara lain ataupun membuat kebijakan-kebijakan dan perjanjian-perjanjian dengan Negara lain, misalnya perjanjian ekstradisi dan lain-lain.

  1. Migrasi Internal

Migrasi nasional antara lain transmigrasi dan urbanisasi.

  1. Dampak negatif adanya transmigrasi dan cara penanggulangannya
    1) Memerlukan banyak biaya
    Program transmigrasi terutama yang bukan swakarsa memerlukan banyak biaya. Biaya-biaya tersebut untuk pemberangkatan sejumlah transmigran dan pembukaan lahan baru. Untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah dapat memprioritaskan transmigrasi swakarsa, sehingga biaya ditanggung oleh transmigran sendiri. Adapun pemerintah hanya sebatas menyediakan lahan baru saja. Namun untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar melakukan transmigrasi swakarsa bukanlah pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu pemerintah harus senantiasa memberikan penyuluhanpenyuluhan pada masyarakat.

2) Sering timbulnya konflik antar masyarakat
Masyarakat setempat, khususnya masyarakat tujuan transmigrasi yang berada di pedalaman sangat sulit menerima pendatang baru, apalagi mereka menganggap bahwa transmigran mengambil lahan garapan mereka. Hal tersebut sering memicu kecemburuan antara masyarakat setempat terhadap para transmigran, bahkan di antara mereka sering terjadi konflik. Untuk menanggulangi masalah tersebut perlu dilakukan penyuluhan dan pembinaan terhadap masyarakat setempat di daerah tujuan transmigrasi. Di samping itu, juga diberikan bantuan berupa fasilitas-fasilitas yang serupa yang diberikan pada para transmigran sehingga dapat meminimalisir kecemburuan sosial. Pemerintah juga bisa mengadakan forum bersama yang mempertemukan antara masyarakat setempat dan para transmigran, sehingga lebih mempererat hubungan di antara mereka.

  1. Dampak urbanisasi dan upaya penanggulangannya
    Urbanisasi yang terus menerus berlangsung dapat meningkatkan jumlah penduduk di kota dengan cepat. Di sisi lain jumlah penduduk di desa makin berkurang. Hal ini menyebabkan ketimpangan pembangunan dan ketimpangan sosial antara desa dengan kota.

1) Dampak negatif urbanisasi bagi kota

  1. Meningkatnya jumlah pengangguran
    Urbanisasi mengakibatkan, persaingan kerja makin tinggi dan kesempatan kerja makin kecil, sehingga orang sulit mencari pekerjaan.
    Meningkatnya angka kriminalitas
  2. Kebutuhan hidup di kota sangatlah kompleks, namun usaha pemenuhannya kian sulit. Hal itulah yang membutakan mata sebagian orang, sehingga nekat menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan, seperti merampok, menipu, mencuri, korupsi, dan lain-lain.
  3. Munculnya slum area (daerah kumuh)
    Dengan adanya urbanisasi menjadikan lahan pemukiman makin sempit. Jumlah lahan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penduduknya, sehingga sulit untuk mencari lahan untuk mendirikan rumah. Meskipun ada, lahan tersebut harganya sangat mahal, karena banyak orang yang menginginkannya. Mahalnya harga tanah tersebut menjadikan masyarakat tidak mampu membeli. Akhirnya mereka lebih memilih tinggal di kolong jembatan, bantaran sungai, membuat rumah kardus, bahkan ada yang tinggal di daerah pemakaman.

2) Dampak negatif bagi desa
Urbanisasi ternyata membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat di desa. Pembangunan dan dinamisasi desa menjadi menurun. Hal tersebut disebabkan karena:

  1. Tenaga terampil di desa berkurang karena berpindah ke kota.
  2. Penduduk desa yang bersekolah di kota umumnya enggan kembali ke desa.
  3. Tenaga yang tertinggal di desa, umumnya orang-orang tua yang sudah tidak terampil dan produktif lagi. Untuk menanggulangi atau bahkan mencegah munculnya dampak-dampak negatif urbanisasi tersebut, perlu diupayakan untuk menekan dan memperkecil laju urbanisasi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan pemerataan pembangunan industri sampai ke desa-desa.
  4. Pembangunan infrastruktur jalan ke desa-desa, sehingga memperlancar hubungan desa dengan kota.
  5. Mengoptimalkan usaha pertanian, sehingga tingkat pendapatan masyarakat desa.
  6. Pembangunan fasilitas umum di desa, seperti listrik, puskesmas, sekolah, pasar, dan lain-lain

 

  • MOBILITAS PENDUDUK NON PERMANEN (SIRKULER)

Mobilitas penduduk sirkuler atau mobilitas non permanen adalah gerak penduduk dari suatu wilayah menuju ke wilayah lain dengan tidak ada niatan menetap di daerah tujuan.
Sebagai contoh, di Indonesia (menurut batasan sensus penduduk) mobilitas penduduk sirkuler dapat didefinisikan sebagai gerak penduduk yang melintas batas propinsi menuju ke propinsi lain dalam jangka waktu kurang enam bulan. Hal ini sesuai dengan paradigma geografis yang didasarkan atas konsep ruang (space) dan waktu (time). Data mobilitas penduduk sirkuler sukar didapat. Hal ini disebabkan para pelaku mobilitas sirkuler tidak memberitahu kepergian mereka kepada kantor desa di daerah asal, begitu juga dengan kedatangan mereka di daerah tujuan. Meskipun deminian, dengan segala keterbatasan data, mobilitas penduduk Indonesia, baik permanent maupun nonpermanent (sirkuler) diduga frekuensinya akan terus meningkat dan semakin lama semakin cepat. Menurut Ananta (1995), suatu revolusi mobilitas tampaknya juga telah terjadi di Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh tersedianya prasarana transport dan komunikasi yang mewadai dan modern.

 

 

 

  • PERILAKU MOBILITAS PENDUDUK

Perilaku mobilitas penduduk oleh Ravenstain disebut dengan hukum-hukum migrasi sebagai berikut: Para migran cenderung memilih tempat terdekat sebagai daerah tujuan. Faktor paling dominan yang mempengaruhi seseorang untuk bermigran adalah situasinya memperoleh pekerjaan di daerah asal dan kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan. Daerah tujuan mempunyai nilai kefaedahan wilayah (place utility) lebih tinggi dibanding dengan daerah asal. Semakin tinggi pengaruh kekotaan terhadap seseorang, semakin besat tingkat mobilitasnya. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi frukuensi mobilitasnya. Penduduk yang masih muda dan belum kawin lebih banyak melakukan mobilitas dari pada mereka yang berstatus kawin. Penduduk yang berpendidikan tinggi biasanya lebih banyak melaksanakan mobilitas dari pada yang berpendidikan rendah. Kepuasan terhadap kehidupan di masyarakat baru tergantung pada hubungan sosial para pelaku hubungan sosial para pelaku mobilitas dengan masyarakat tersebut. Kepuasan terhadap kehidupan di kota tergantung pada kemampuan perseorangan untuk mendapatkan pekerjaan dan adanya kesempatan bagi anak-anak untuk berkembang. Setelah menyesuaikan diri dengan kehidupan kota, para pelaku mobilitas pindah ke tempat tinggal dan memilih daerah tempat tinggal dipengaruhi oleh daerah tempat bekerja.

  • SUMBER DATA MOBILITAS PENDUDUK DAN ANALISIS

Pada umumnya ada tiga sumber data mobilitas penduduk yaitu: sensus penduduk, registrasi penduduk dan survei penduduk. Diantara ketiga sumber data mobilitas penduduk data yang didapat dari sensus penduduk dan survei penduduk yang paling lengkap, hanya kelemahannya data yang didapat dari sensus penduduk hanya meliputi mobilitas penduduk yang bersifat permanen saja. Dan hasil registrasi penduduk dan survei penduduk diperoleh data baik mobilitas permanen maupun nonpermanen, hanya kelemahannya tidak semua mobilitas penduduk dapat dicatat.

 

 

 

2.8 DAMPAK POSITIF MOBILITAS PENDUDUK

  1. Meningkatkan kesejahteraan penduduk
  2. Menambah pengalaman hidup & pengetahuan
  3. Membantu kesempatan kerja & usaha
  4. Membantu Program pemerataan pembangunan didaerah-daerah. DLL

 

2.9 DAMPAK NEGATIF MOBILITAS PENDUDUK

  1. meningkatnya angka kriminalitas.
  2. gelandangan, pengangguran.
  3. Sering timbulnya konflik antar masyarakat setempat.
  4. gubuk-gubuk liar yang menambah kesemerawutan kota. DLL

 

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN-SARAN

 

3.1. KESIMPULAN
Mobilitas penduduk adalah gerakan atau arus perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain. Peranan mobilitas pendudukterhadap laju pertumbuhan antara wilayah satu dengan wilayah yang lain berbeda-beda. Untuk Indonesia secara keseluruhan tingkat pertumbuhan penduduknya lebih dipengaruhi oleh tinggi rendahnya sifat fertilitas dan mortalitas, karena migrasi netto hamper dikatan nol, tidak banyak orang Indonesia yang pindah keluar negeri, begitu juga orang luar negeri pindah ke Indonesia.

 

3.2. SARAN
Setelah mengetahui mobilitas penduduk diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan pembaca terhadap mobilitas penduduk. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.slideshare.net/takayumelenciel/ainur-pujianti-mobilitas-penduduk

http://www.masbied.com/2010/01/14/makalah-mobilitas-penduduk/

http://sichesse.blogspot.com/2012/04/makalah-mobilitas-penduduk.html

http://smile-pesri.blogspot.com/2008/12/mobilitas-penduduk.html

http://kulpulan-materi.blogspot.com/2012/03/mobilitas-penduduk.html

http://www.imammurtaqi.com/2012/04/permasalahan-kependudukan-berkaitan.html

 

KOMPONEN DESA

  1. PENGERTIAN DESA

 

  1. Menurut UU No. 6 Tahun 2014, Bab I, Pasal I

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama      lain, selanjutnya disebut desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang       memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus             urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan           prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau hak tradisional yang diakui      dan      dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik          Indonesia.

  1. Menurut R. Bintarto

Desa merupakan hasil perwujudan geografis yang ditimbulkan oleh             unsur-unsur fisiologis, sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat di   suatu daerah serta memiliki hubungan timbal balik dengan daerah lainnya.

  1. Menurut Paul H. Landis

Desa adalah suatu wilayah yang penduduknya kurang dari 2.500     jiwa dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Mempunyai pergaulan hidup yang saling mengenal
  • Adanya ikatan perasaan yang sama tentang kebiasaan
  • Cara berusaha bersifat agraris dan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor alam, seperti iklim, topografi dan sumber daya alam

 

  1. Menurut S.D. Misra

Desa tidak hanya kumpulan tempat tinggal, tetapi juga kumpulan    daerah             pertanian dengan batas-batas tertentu yang luasnya 50 sampai 1000     are.

 

  1. Menurut Direktorat Jendral Pembangunan Desa (Dirjen Bangdes) Tahun 2010

             Suatu daerah dikatakan desa jika masih memiliki ciri khas yang dapat dibedakan dengan daerah lain disekitarnya. Desa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar
  • Lapangan kerja yang dominan adalah sektor pertanian (agraris)
  • Hubungan antar warga desa masih sangat akrab
  • Masyarakatnya masih memegang teguh tradisi yang berlaku
  • Sektor agraris, seperti halnya pertanian menjadi ciri khas dari pedesaan

 

2.POTENSI DESA

Menurut Bintarto, dalam Daljoeni (1986), dalam pembentukan sebuah desa, terdapat 3 unsur atau komponen pokok, yaitu wilayah, penduduk, serta tata kehidupan. Ketiga komponen tersebut termasuk pada potensi desa yang memberikan kontribusi pada kemajuan desa.

Potensi yang dimiliki oleh suatu wilayah tentu akan memengaruhi perkembangan wilayah tersebut. Potensi desa adalah sumber daya yang terdapat di suatu desa yang dapat dikembangkan dan diaktifkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sumber daya itu mencakup keadaan alam dan manusia beserta hasil-hasil kerja manusia itu sendiri. Komponen alam cenderung bersifat tetap, sedangkan komponen manusia cenderung berubah dan berkembang. Berbagai potensi desa tersebut mampu memberikan kontribusi bagi perkembangan dan kemajuan desa tersebut. Berikut ini merupakan potensi desa:

 

 

  1. Komponen Alam

Secara rinci komponen-komponen alam yang ada di desa adalah      sebagai berikut:

  • Lokasi desa.

Lokasi desa dapat menjadi indikator bagi perkembangan desa tersebut. Desa yang berada pada lokasi strategis memiliki potensi untuk lebih berkembang dan maju dibandingkan desa yang terletak di daerah terpencil. Lokasi suatu desa terdapat pusat-pusat fasilitas dibedakan menjadi 4 kategori:

  • Kategori 1, merupakan desa yang berada disekitar ibukota provinsi dan kota. Memiliki pelabuhan utama dan pusat-pusat industri besar, pasar tingkat regional, bank, pusat pendidikan tinggi, dan beberapa fasilitas lainnya.
  • Kategori 2, merupakan desa yang berada di sekitar ibukota kabupaten. Memiliki terminal antar kota, industri ringan, pasar sub regional, bank, pusat dagang, dan pusat pendidikan menengah atas.
  • Kategori 3, merupakan desa yang berada di sekitar ibukota kecamatan atau kota-kota kecil. Mempunyai terminal sub regional, pusat pendidikan menengah pertama, pasar lokal, dan badan usaha unit desa atau koperasi desa (BUUD atau KUD).
  • Kategori 4, merupakan desa terpencil. Tidak mempunyai hubungan yang lancar dengan pusat-pusat fasilitas dan letaknya jauh dari pusat-pusat fasilitas.
  • Luas desa.

Wilayah desa meliputi luas lahan pertanian, permukiman dan penggunaan lahan lainnya.

  • Keadaan tanah.

Keadaan tanah dapat mencirikan kesuburan lahan pertanian.

  • Keadaan iklim.

       Keadaan iklim yang mencakup curah hujan, temperatur, kelembapan, penyinaran matahari, dan angin. Oleh karena sebagian besar masyarakat desa bermata pencarian sebagai petani, kondisi iklim merupakan faktor yang penting.

  • Ketersediaan sumber daya nabati, jenis hewan, dan produksinya.
  • Keadaan bentang alam.

      Bentuk alam suatu daerah merupakan faktor alam yang penting karena mempunyai hubungan erat dengan persebaran penduduk serta memberi ciri pada bentuk ruang gerak (wilayah) manusia.

 

  1. Komponen Manusia

Penduduk desa merupakan potensi bagi desa itu sendiri. Semakin banyak jumlah penduduk desa, terlebih penduduk usia produktif, semakin besar potensi desa tersebut. Kegiatan penduduk yang ditekuni setiap hari memberikan sumbangan bagi pendapatan seda tersebut.

Perkembangan desa dan kota yang sudah maju akan ditiru oleh desa dan kota lainnya. Apabila suatu wilayah desa mempunyi potensi cukup baik, termasuk tingkat pendidikan pendudukannya sudah tnggi, desa tersebut akan cepat berkembang.

Penduduk memiiliki karakteristik atau ciri – ciri khusus seperti berikut.

  • Komposisi umur, jenis, kelamin, dan rasio ketergantungan.
  • Organisasi kemasyarakatan (KNPI), Satuan Polisi Pamong Praja, hansip, Pramuka).
  • Tingkat pendidikan, jumlah siswa, dan jumah guru
  • Tingkat kesehatan, tingkat kematian, tingkat kelahiran, dan kuaitas lingkungan.
  • Swadaya masyarakat dan gotong royong untuk pembangunan daerah.

 

  1. Tata Kehidupan atau adat isiadat

Adat istiadat yang telah mengakar merupakan faktor yang cukup    penting dalam menilai tingkat perkembangan suatu desa. Komponen –        komponen pembangunan yang tidak didukung oleh adat istiadat             menyebabkan perkembangan pembangunan desa tersebut akan        menghadapi hambatan.

Contoh adat istiadat adalah pantangan- pantangan adat, sistem        hubungan keluarga, upacara adat menyambut kelahiran bayi, upacara adat        mengatur anak menjadi sewasa, upacara perkawnan, upacara kematian,             upacara yang dilakukan sehubungan dengan penanaman dan pemanenan     padi, pembangunan imigrasi, dan peraturan- peraturan adat lainnya dari            yang ringan sampai pada yang berat. Peraturan adat dibuat beserta sanksi –           sanksinya.

Mata pencaharian masyarakat suatu desa pada umumnya dapat        dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok primer, kelompok      sekunder,         kelompok tersier. Termasuk ke dalam kelompok primer adalah             petani dan       nelayan, kelompok sekunder adalah pengrajin, dan kelompok           tersier adalah pedagang dan penyedia jasa. Untuk menunjang             perekonomian tersebut, tersedia juga beberapa prasarana produksi,             pengairan, perhubungan,         komunikasi, dan prasarana pemasaran.

Motor penggerak pembangunan desa mempunyai peran besar.          Penggerak pembangunan ini umumnya berupa lembaga-lembaga yang       berada di desa-desa dan dibedakan kedalam 2 kelompok berikut:

  • Lembaga pemerintahan desa: Seperti kepala desa, lembaga musyawarah desa (LMD), lembaga ketahanan masyarakat desa (LKMD), dan lembaga-lembaga lain yang berstatus lembaga pemerintah.
  • Lembaga bukan pemerintah desa : Seperti lembaga ekonomi (Koperasi, Bank kredit desa); lembaga kebudayaan (Kesenian, olahraga, perkumpulan, seni budaya setempat): lembaga adat (gotong royong, subak); lembaga pendidikan (sekolah-sekolah, pramuka); dan lembaga kesehatan (BKIA, poliklinik, puskesmas, pembantu dan posyandu).

 

  1. KLASIFIKASI DESA

          Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan potensi,perkembangan,kegiatan masyarakatnya,luas wilayahnya,dan jumlah penduduk. Berdasasarkan potensinya , wilayah pedesaan dibagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu wilayah desa yang berpotensi tinggi ,sedang,rendah.

Berdasarkan perkembangannnya , desa dapat dikelompokkan menjadi empat , yakni sebagai berikut

  1. Desa Tradisional

Desa tradisional atau pradesa adalah tipe desa pada masyarakat       suku terasing yang seluruh  kehidupan masyarakatnya masih sangat         bergantung pada alam sekitarnya. Ketergantungan itu terdapat dalam cara      bercocok tanam,  pemeliharaan kesehatan, pengobatan, pengolahan             makanan, dan lain lain. Pada desa seperti ini,penduduk cenderung          tertutup           atau     kurang berkomunikasi dengan daerah lain.Dengan demikian, sistem         perhubungan dn pengangkutan tidak berkembang.

  1. Desa swadaya

Desa swadaya adalah tipe desa yang memiliki ciri ciri berikut.

  • Jumlah penduduknya jarang.
  • Masih terikat oleh kebiasaan kebiasaan adat.
  • Hanya mempunyai lembaga lembaga yang masih sederhana.
  • Tingkat pendidikan masyarakat rendah.
  • Produktivitas tanah rendah.
  • Kegiatan penduduk dipengaruhi keadaan alam.
  • Daerahnya berupa pegunungan atau perbukitan.
  • Lokasinya terpencil.
  • Hasil produksinya rendah.
  • Sebagian besar penduduk hidup bertani.
  • Kegiatan ekonomi masayarakat ditunjukkan pemenuhan kebutuhan sendiri. Umumnya, swadaya hampir sama dengan tipe desa tradisional. Masyarakatnya cenderung tertutup sehingga sistem perhubungan  dan pengangkutan kurang berkembang.
  1. Desa swakarya

Desa swakarya adalah desa yang tingkat perkembangannya sudah   lebih maju dengan ciri ciri sebagai berikut.

  • Adat istiadat masyarakatnya sedang mengalami perubahan (transisi).
  • Pengaruh dari luar mulai masuk ke masyarakat desa dan mengakibatkan perubahan cara berpikir.
  • Mata pencaharan penduduk mulai beraneka ragam, tidak hanya pada sektor agraris.
  • Lapangan kerja bertambah dan produktivitas meningkat karena diimbangi dengan makin bertambahnya prasarana desa.
  • Swadaya masyarakat dengan cara gotong royong telah efektif. Mulai tumbuh kesadaran serta tanggung jawab masyarakat untuk membangun desa.
  • Roda pemerintahan desa mulai berkembang baik dalam tugas maupun fungsinya.
  • Masyarakat desa telah mampu meningkatkan kehiudpnnya denga hasil kerja sendiri.
  • Bantuan pemerintah hanya bersifat sebagai stimulus.

 

  1. Desa swasembada

Desa swasembada adalah desa yang telah maju dan memiliki           ciri-ciri sebagai berikut.

  • Lokasi desa biasanya di sekitar ibu kota.
  • Semua keperluan hidup pokok desa swasembada dapat disediakan oleh desa tersebut.
  • Alat-alat teknis yang digunakan lebih modern dari kategori desa yang lain
  • Adat istiadat sudah tidak mengikat penduduk,baik dari segi ekonomi,pendidikan, dsb.
  • Lembaga-lembaga sosial,ekonomi,dan kebudayaan yang ada sudah dapat menjaga kelangsungan hidup penduduk.
  • Mata pencaharian penduduk sudah beraneka ragam.
  • Tingkat pendidikan dan keterammpilan penduduk telah tinggi sehingga cara berpikirnya telah maju (rasional).
  • Kondisi transportasi sudah baik sehingga berpengaruh pada kelancaran hubungan dengan kota-kota lainnya.

 

  • Hubungan dengan kota-kota di sekitarnya berjalan lancar.
  • Tingkat kesadaran kesehatan tinggi.

Pada desa swasembada, sistem perhubungan dan pengangkutan      tersedia dengan baik. Masyarakat tidak mengalami kesulitan untuk        melakukan       aktivitasnya karena berbagai sarana dan prasarana sudah             tersedia.

Berdasarkan kegiatan masyarakatnya, desa dapat dikelompokkan    menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Desa agraris, yaitu desa yang kehidupannya berdasarkan pada kegiatan pertanian dan terletak pada tanah yang subur.
  • Desa industri,yaitu desa yang kehidupan nya berdasarkan pada kegiatan industri dan letaknya dekat dengan sumber sumber bahan baku.
  • Desa nelayan, yaitu desa yang letaknya dekat pantai dan kehidupannya berdasarkan kegiatan perikanan.

 

Berdasarkan luas wilayahnya, desa dapat dikelompokkan menjadi   lima, yaitu sebagi berikut :

  • Desa terkecil, dengan luas <2km2
  • Desa kecil, dengan luas 2-4 km2
  • Desa sedang, dengan luas 4-6 km2
  • Desa besar, dengan luas 6-8 km2
  • Desa terbesar, dengan luas 8-10 km2

Berdasarkan jumlah penduduknya , desa dapat dikelompokkan       menjadi lima, yaitu sebagai berikut

  • Desa terkecil, jumlah penduduknya < 800 orang
  • Desa kecil, jumlah penduduknya 800-1.600 orang
  • Desa sedang, jumlah penduduknya 1.600-2.400 orang
  • Desa besar, jumlah penduduknya 2.400-3.200 orang
  • Desa terbesar, jumlah penduduknya > 3.200orang

 

 

 

ETIKA SEKERTARIS

  1. ETIKA MENERIMA TAMU

 

Ada etika dan aturan tersendiri dalam menerima tamu.Dalam menerima tamu ada etika-etika yang harus kita ketahui, untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dilingkungan kerja tersebut agar tamu merasa nyaman dan mempunyai kesan baik ketika melakukan kerjasama. Dalam dunia kerja, tentunya kita sering menerima tamu atau bertamu ke kantor rekan karena adanya suatu urusan seperti rapat atau lainnya.Ketika kita bertamu tentunya kita menginginkan perlakuan yang baik dari tuan rumah, begitu pula ketika rekan kerja bertamu ke kantor kita, tentunya menginginkan perlakuan yang sopan dan beretika baik.

Agar tamu terkesan dengan sambutan yang kita berikan, berikut adalah etika menerima tamu dalam kantor. 

Dalam menerima tamu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris antara lain :

  • Apabila sudah ada janji, tepati waktu, apabila sedang ada tugas di luar kantor harus memberitahukan dan minta maaf untuk datang terlambat (prioritas perlu dipertimbangkan).
    • Apabila tamu masuk, hendaknya berdiri, tersenyum, dan bersalaman.
    • Berikan sapaan ramah kepada tamu.

1.Penanganan Ruangan Tamu

Sekretaris baiknya memeriksa tata ruang penerimaan tamu, khususnya yang berkaitanlangsung dalam hal-hal berikut :
• Ruangan harus nyaman, bersih dan rapi.
• Lengkapi ruangan tamu dengan perlengkapan seperti :
– buku tamu
– kartu pengenal tamu
– majalah/koran
– brosur/katalog perusahaan
– tempat sampah/asbak
• Tunjukanlah sikap untuk selalu siap menerima memberikan bantuan dan bersahabat.

  1. Tata Cara Mengantar dan Melayani Tamu
  2. a) Jangan membeda-bedakan tamu
  3. b) Bagian penerima tamu adalah wajah perusahaan
  4. c) Apabila tamu datang segera sambut
  5. d) Ketika mengantar tamu tunjukan kearah yang dituju dan dengan telapak tangan kearah atas dan jari rapat, menuju kearah dengan telunjuk adalah sifat yang tidak sopan.
  6. e) Ketika mengantar tamu ke tempat tujuan berjalan agak ke depan dengan posisi sedikit miring sambil sesekali menengok ke belakang untuk memperhatikan jalan tamu.
  7. f) Membukakan pintu untuk tamu kalau pintu bergerak kearah dalam
  8. g) Tamu yang diterima biasanya dipersilahkan untuk masuk dan menunggu di ruangantamu yang sudah disediakan.

Hal-hal yang harus dilakukan sekretaris saat menerima tamu kantor

Saat sekretaris menerima tamu kantor, hal yang harus dilakukan antara lain :

  1. a) Mempersilahkan tamu duduk ditempat terhormat
  2. b) Duduk berhadapan dengan tamu dan melayani dengan sikap duduk yang sopan.
  3. c) Ketika akan memasuki ruang yang ada tamu didalamnya hendaknya mengetuk pintu, setelah masuk tundukan kepala kepada tamu terlebih dahulu, kemudian berbicara dengan orang yang dimaksud.
  4. d) Apabila materi pembicaraan hanya perlu diketahui oleh orang yang dimaksud, sampaikan pesan tertulis di kertas catatan.
  5. e) Ketika tamu akan meninggalkan ruang tamu bukakan pintu dengan ramah dan sopan.

Ada beberapa etika menurut beberapa ahli :
Menurut Sedarmayanti, etika sekretaris dalam menerima tamu, antara lain :
a. Bersikap sopan dan ramah
b. Berkepribadian menarik
c. Bijaksana
d. Mempunyai cukup pengetahuan tentang struktur organisasi dan hal penting tentangorganisasi tempatnya bekerja, serta pengetahuan lainnya.

Cara Pelayanan Tamu Kantor

Sekretaris yang bertugas menerima tamu harus memperhatikan hal-hal berikut :
1. Mengetahui nama tamu, nama kantor, nama perusahaan, dan maksud kunjungannya.
2. Memberikan kesan yang paling menyenangkan
3. Menyapa, menghormati, memberi bantuan dengan informasi yang tepat.
4. Mengetahui dengan pasti, hal yang boleh dan tidak boleh diberitahukan kepadatamu.
5.  Menghubungi pejabat yang lebih berhak menangani masalah yang di bawa olehtamu.
6. Pandai-pandailah menetapkan pilihan sesuai dengan masalah yang diungkapkan oleh tamu.
7. Bila pejabat yang diinginkan tamu tidak ada di tempat, mintalah kepada tamu agar meninggalkan pesan. Catat pesan itu dan beritahukan pada pejabat yang dikehendaki tamu.

Jenis-jenis Tamu dan Cara Pelayanannya:

Sikap sekretaris ketika berhadapan dengan tamu kantor:

  1. TAMU KANTOR

Pada prinsipnya semua karyawan harus dapat bertindak sebagai penerima tamu. Oleh karena itu sekretaris yang bertugas menerima tamu harus memperhatikan hal-hal berikut :

  • Mengetahui nama tamu, nama kantor, nama perusahaan, dan maksud kunjungannya.
  • Memberikan kesan yang paling menyenangkan dan menunjukan kesan tersebut agar terjalin goodwill yang baik.
  • Menyapa, menghormati, memberiØ bantuan dengan informasi yang tepat, dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya secara wajar.
  • Mengetahui dengan pasti, hal yang boleh dan tidak boleh diberitahukan kepada tamu.
  • Menghubungi pejabat yang lebih berhak menangani masalah yang di bawa oleh tamu, sesuai dengan kebijkan kantor.
  • Bila tamu terpaksa menunggu, ciptakan suasana yang menyenangkan.
  • Pandai-pandailah menetapkan pilihan sesuai dengan masalah yang diØ ungkapkan oleh tamu dengan pejabat yang berwenang dan dapat menguasai masalahnya.
  • Bila pejabat yang diinginkan tamu tidak ada di tempat, mintalah kepada tamu agat meninggalkan pesan. catat pesan itu dan beritahukan pada pejabat yang dikehendaki tamu.

Beberapa petunjuk praktis yang dapat dilakukan sekretaris dalam menghadapi tamu kantor :

  • Bersiaplah setiap saat untuk menerima tamu-tamu dengan tenang, ramah, sopan, sabar, dan percaya diri.
  • Perhatikan wajah yaitu, ceria dengan sikap bersahabat tidak perlu berdiri ketika menerima tamu kecuali bila menghadapi tamu dari luar atau tamu istimewa.
  • Bila sedang menelpon dan tamu masuk beri senyum dan isyarat dengan tangan supaya tamu duduk. setelah pembicaraan di telepon selesai berdirilah dan berjabat tangan menyambutnya.
  • Sapalah tamu terlebih dahulu dengan kalimat pembuka, seperti “selamat siang ada yang bisa saya bantu”.
  • Sebaiknya usahakan suara tidak terlalu keras dan tidak tinggi sehingga memberikan kesan ramah dan menyenangkan.
  • Bila anda mengenal tamu tersebut, sapalah dengan menyebut namanya sehingga tamu merasa benar-benar di perhatikan.
  • Bila tamu tidak memberikan identitasnya atau kartu nama, tanyakan secara sopan nama dan dari mana, seperti “bolehkah saya tahu nama bapak?” atau “bapak dari perusahaan mana?”

 

  1. TAMU DENGAN PERJANJIAN

Jangan diajak ngobrol terlalu lama kecuali bila tamu yang meminta. Sapa dan tanyakan keperluanya.

  1. TAMU TAK DIKENAL

Bila tamu dapat diterima persilahkan duduk.
Bila tamu ditolak berikan alasan yang tepat dan tawarakan untuk membuat janji terlebih dahulu. Persilahkan tamu untuk

  1. Tamu yang menolak memberi tahu keperluannya mengisi formulir tamu dengan lengkap , sebutkan alasan mengapa anda meminta hal tersebut.
    Walaupun tamu bersikeras, tetap perlalukan dengan sopan dan sabar.§
    Bersikap taktis
  2. Tamu atau pelanggalan yang datang tanpa perjanjian untuk memprioritaskan penerimaan tamu sesuaikan dengan keperluan, situasi kantor, dan kesibukan pimpinan
    Bila yang bersangkutan masuk
  3. Anggota keluarga atau teman atasan pada saat atasan sedang ada rapat, sapa dan katakan bahwa atasan sedang ada rapat atau tamu lain.
    Tetaplah bersikap ramah dan sopan, sarankan untuk membuat janji terlebih dahulu.
  4. TAMU YANG TIDAK DIINGINKAN
    Apabila ia tetap menunggu meskipun anda telah berusah menggusirnya secara halus,sikap yang tepat adalah tidak memperdulikannya, tetapi ingat jangan pasang muka kecut atau judes.
    Perlakukan dengan baik.
  5. PRAMUNIAGA
    Katakan dengan jujur dan sopan bahwa perusahaan tidak memerlukannya saat ini.
    Perlalukan sewajarnya waspada dan beriaplah membantu bila diperlukan
  6. TAMU LANJUT USIA ATAU CACAT FISIK
    Terima secara wajar, tidak gaduh.
  7. ANGGOTA KELUARGA/TEMAN DEKAT
    Bila hendak membicarakan maslah ayng memakan waktu lama, ajak keruang tamu.
    Tidak dibenarkan menggobrol berlama-lama pada waktu jam kerja.minta maaf dan jelaskan alasanya.
  8. TAMU KETIKA ATASAN MEMBATALKAN JANJI
    Bila perlu ajukan untuk membuat perjanjian baru.

B.TATA CARA MENOLAK TAMU

Memang sulit menjadi orang sibuk. Tamu selalu saja datang silih berganti ke kantor. Padahal, pekerjaan juga masih menumpuk disana sini. Yang menambah kesal, terkadang orang -orang yang berkunjung ke kantor itu adalah orang yang tidak kita harapkan atau tidak memiliki urusan yang penting. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah tamu yang tidak diundang dan bagaimana cara menghadapinya :
a.   Titip Pesan Pada Orang Lain
Sebaiknya titip pesan pada asisten, sekretaris atau resepsionis bahwa Anda tidak pernah mau menerima tamu yang datang tanpa perjanjian sebelumnya. Lalu pastikan juga pada mereka bahwa setiap tamu yang datang harus didata dengan detail, misalnya siapa namanya, keperluannya apa, dan sebagainya. 
b.   Selesaikan Via Telepon

Kalau memang suatu masalah bisa diselesaikan via telepon.Ya, selesaikan saja lewat alat komunikasi yang satu ini. Dengan demikian ia tidak perlu datang lagi ke kantor anda. Jadi waktu kerja pun tidak akan jadi terbuang.


  1. Keluarkan Lewat Bahasa Tubuh

    Bahasa tubuh amat membantu untuk mengeluarkan pesan-pesan tertentu.Misalnya ketika Anda kedatangan tamu tak diundang, Anda bisa menunjukan keengganan itu dengan tidak menawarkannya duduk atau menawarkan segelas air minum.Melirik arloji atau mencoba menekan-nekan nomor ponsel juga bisa dilakukan untuk menandakan kalau Anda sedang dikejar waktu. 

    d.  Berbohong Demi Kebaikan
    Jika tamu tersebut benar-benar sudah ‘keras kepala’ untuk tetap tinggal Katakan saja bahwa anda harus menghadiri suatu pertemuan dan harus segera mempersiapkan bahan-bahannya.Apa boleh buat, toh Anda juga sudah tidak merasa nyaman didekatnya bukan? 

    e.   Jangan Ajak ke Ruangan
    Jika Anda terlanjur bertemu dengan ‘tamu tak diundang’ itu di di lobby atau ruang resepsionist, maka mau tidak mau anda harus ‘meladeninya’. Nah, cara meladeninya juga harus dengan sikap yang tegas. Sebaiknya lakukan percakapan di ruang resepsionist atau lobby dengan posisi berdiri, jangan biarkan ia memasuki ruang kerja Anda. Memang dalam etika menerima tamu melalukan hal ini tidak dibolehkan. Akan tetapi dalam hal lain cara ataupun sikap ini sangat penting untuk menangani tamu yang memang sudah tidak bisa ditolelir lagi dalam berkunjung atau bertamu ke kantor tersebut. menolak tamu bisa menjadi alternatif yang efektif asalkan penggunaan dan cara penyampaianya tidak melanggar etika kesopanan dan etika komunikasi.

 

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA

 

D

I

S

U

S

U

N

OLEH :

 

KELOMPOK II

NIA PRATIWI LUBIS

AYU RINDHA HELENA BR SURBAKTI

KHUZAIRI ALNAUFAL USMAN

MAYSARAH

MONICA RADA KOTO

NIA PRATIWI LUBIS

PIUS ANDRIAN NAPITUPULU

RIKI RAMDANSYAH

KELAS : XII PIS 1

 

SMA NEGERI 2 BINJAI

TAHUN AJARAN 2016 / 2017

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………..……………………… i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………….. ii

BAB 1             PENDAHULUAN………………………………………….…….1

  • Latar Belakang Masalah……………………………………… 1
  • Identifikasi Masalah……………………….. ………………………1
  • Perumusan Masalah…………………………….. ……………2
  • Tujuan Penelitian…………………………………………….. 2
  • Manfaat Penelitian………………..……………………………3

BAB II            PEMBAHASAN…………………………………………………..4

  • Pengertian globalisasi……………………..…………………..4
  • Dampak dari Globalisasi……………………..……………….5
  • Konsep & globalisasi budaya……………………..………..7
  • Pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa…………….8
  • Faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah…………………….………………………..………11
  • Alasan udaya lokal harus dipertahankan………………….11
  • Upaya menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia……………………..…………….14

BAB III          PENUTUP…………………………………………………….. ..17

  • Kesimpulan……………………………………..……………..17
  • ….……………………………………………………… 17

DAFTAR PUSTAKA……………..…………………………………………….19

 

 

 

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT,karena telah memberikan kesehatan dan rahamatnya, sehingga portofolio ini dapat terselesaikan dengan baik sesuai waktu yang direncanakan. Shalawat dan salam dipersembahkan kehadiran Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa rahmat bagi alam semesta. ”MAKALAH PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA” . Disusun untuk melengkapi tugas-tugas sebelumnya, XII PIS – 1.SMA Negeri 2 Binjai.

Begitu banyak kesulitan yang dihadapi penulis, akan tetapi berkat izin Allah SWT dan bantuan ibu selaku guru sosiologi yang selalu memberikan arahan serta masukan. akhirnya makalh ini dapat terselesaikan, untuk itulah penulis sangat berterimakasih kepada ibu.

Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun . Akhirnya penulis dengan penuh harapan agar kiranya makalah ini dapat bermanfaat.

 

 

Binjai, 01 Desember 2016

Penulis,

 

 

 

Kelompok II

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1         Latar Belakang

            Globalisai merupakan tantangan besar bagi setiap negara. Keadaan ini di tinjau oleh bangsa Indonesia yang mengikuti arus globalisasi. Dalam era globalisasi seperti sekarang ini kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Kebudayaan orang-orang barat tersebut sifatnya negatif dan cenderung merusak dan telah mengadi suatu kebiasaan yang membudaya. Tetapi tidak semua kebudayaan asing yang masuk ke indonesia bersifat negatif, karena ada juga sisi positif dari masuknya budaya asing tersebut. Semua dampak positif dan negatif tersebut akan saya uraikan dalam pembahasan.

Konsep akan globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.

1.2         Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat dikemukakan identifikasi masalah sebagai berikut :

  1. Pengertian globalisasi
  2. Dampak dari Globalisasi
  3. Konsep & globalisasi budaya
  4. Pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa
  5. Faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah
  6. Alasan Budaya lokal harus dipertahankan
  7. Upaya menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia

 

1.3          Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi tersebut dapat ditarik beberapa pertanyaan sebagai rumusan masalah yang akan dibahas secara lebih mendalam. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut :

  1. Apa pengertian globalisasi?
  2. Apa dampak dari Globalisasi?
  3. Apa yang dimaksud dengan konsep & globalisasi budaya?
  4. Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
  5. Apa faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah?
  6. Apa alasan budaya lokal harus dipertahankan?
  7. Bagaimana upaya menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia?

 

1.4         Tujuan Makalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas , tujuan penulisan makalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui pengertian globalisasi
  2. Untuk mengetahui apa saja dampak dari Globalisasi
  3. Untuk mengetahui konsep globalisasi budaya
  4. Untuk mengetahui pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa
  5. Untuk mengetahui faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah
  6. Untuk mengetahui alasan budaya lokal harus dipertahankan
  7. Untuk mengetahui upaya menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia

 

 

 

 

 

1.5         Manfaat Makalah

            Dari tujuan makalah dapat kita ambil manfaat laporan ini adalah sebagai berikut :

  1. Agar pembaca dapat mengetahui pengertian globalisasi
  2. Agar pembaca dapat mengetahui dampak dari Globalisasi
  3. Agar pembaca dapat mengetahui konsep & globalisasi budaya
  4. Agar pembaca dapat mengetahui pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa
  5. Agar pembaca dapat mengetahui faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah
  6. Agar pembaca dapat mengetahui alasan budaya lokal harus dipertahankan
  7. Agar pembaca dapat mengetahui upaya menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya terhadap budaya bangsa Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses di mana antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara. Globalisasi merupakan sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.Dalam banyak hal, globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara atau batas-batas negara.

Menurut asal katanya, kata “globalisasi” diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.

Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:

  1. Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubunganinternasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
  2. Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
  3. Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
  4. Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
  5. Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara.

 

2.2  Dampak Globalisasi di Bidang Budaya

2.2.1        Dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia antara lain:

a.       Dapat bertukar gagasan/pikiran dengan dunia luar.

b.      Dapat mempromosikan budaya Indonesia di kancah dunia, sehingga budaya   Indonesia akan terkenal.

c.       Dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun internasional dengan keindahan dan keunikan budaya Indonesia.

d.      Berkembangnya pola sosial seperti pola kerja masyarakat Indonesia.

e.       Berkembang prinsip multiculturism, sehingga memungkinkan rasa keterbukaan terhadap budaya baru.

f.       Berkembangnya masyarakat sosialita, yang senantiasa memperhatikan perkembangan mode Internasional seperti busana, film, dan lain-lain.

g.      Maraknya event atau kegiatan berskala nasional bahkan internasional yang digelar Indonesia.

2.2.2        Dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya di Indonesia antara lain:

a.       Munculnya budaya baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia dengan mudah diterima masyarakat tampa filterisasi yang berujung pada lunturnya budaya asli Indonesia.

b.      Berkembangnya pola masyarakat individualisme. Sehingga tradisi tradisi seperti gotong royong mulai hilang.

c.       Semakin banyaknya imigrasi dari luar negeri yang menetap di Indonesia dengan perilaku sosial budaya yang bertolak belakang dengan Indonesia.

d.      Terpengaruhnya masyarakat khususnya para remaja oleh budaya manca yang cenderung bebas mengakibatkan kemerosotan moral bagi generasi penerus Indonesia.

e.       Akibat munculnya kaum sosialita berkembang pola hidup konsumtif.

f.       Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang.

g.      Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD.

2.3  Konsep dan Globalisasi Budaya

Perubahan budaya adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena unsur-unsur kebudayaan itu sudah tidak cocok lagi bagi kehidupan masyarakat. Perubahan kebudayaan terjadi karena adanya perubahan pola berpikir masyarakat yang menjadi pendukung kebudayaan.Perubahan kebudayaan dapat diartikan sebagai adnya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya dalam kehidupan sosial.Perubahan kebudayaan ini jauh lebih luas daripada perubahan social karena perubahan budaya menyangkut banyak aspek, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, berorganisasi bahkan juga filsafat.

Dalam pranata Wikipedia, didapatkan arti dari pada budaya sebagai berikut: ” budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia”. Sedangkan para ahli mengemukakan pendapatnya masing-masing mengenai budaya. Menurut Edwar B. Taylor: ” Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,yang didalamnya mengandung kepercayaan,kesenian ,moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan- kemampuan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat ”. Sementara itu Selo Soemardjan dan Seelaiman Soemardi , menurut mereka ” kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat”. Dalam definisi globalisasi menurut beberapa ahli, salah satunya adalah Jan Aart Scholte mengatakan globalisasi adalah: ”serangkaian proses dimana relasi sosial menjadi relatif terlepas dari wilayah geografis”. Sementara bila mana menilik definisi budaya diatas, maka bisa diartikan bahwa globalisasi budaya adalah : ”serangkaian proses dimana relasi akal dan budi manusia relatif terlepas dari wilayah geografis”.

Hal ini memunculkan jalinan situasi yang integratif antara akal dan budi manusia disuatu belahan bumi yang satu dengan yang lainnya. Sementara itu dalam pandangan hiperglobalis mereka berpendapat tentang definisi globalisasi budaya adalah: “homogenization of the wold under the uauspices of American popular culture or Western consumerism in general “. Ini berarti bahwa globalisasi budaya adalah proses homogenisasi dunia dibawah bantuan budaya popular Amerika atau paham komsumsi budaya barat pada umumnya.

Definisi hiperglobalis tersebut, jika bisa disamakan dengan keanekaragaman istilah globalisasi pada umumnya, yang salah satunya adalah Westernisasi. Dimana ada penyebaran budaya barat terutama kebudayaan Amerika. Namu, jika dilihat lebih lanjut, definisi dari hiperglobalis tidak bisa terlepas dari pada sifat-sifat yang cenderumg mengandung pikiran ekonomi,berorientasi ekonomi.

Hal itu jelas dapat dilihat dan dinilai dari penekanan paham konsumsi terhadap budaya Barat pada umumnya. Jadi bisa juga diartikan bahwa, budaya barat adalah budaya yang diperjualbelikan, sementara masyarakat dunia pada umumnya adalah konsumen yang menikmati. Sehingga munculah kondisi dimana istilah Westernisasi digunaklan sebagai simbolis terhadap sifat konsumerisme tersebut. Baik itu konsumsi terhadap bentuk pemerintahan atau sistim politik, mekanisme pasar atau paham ekonomi , bahkan hingga bentuk celanajeans atau kebudayaan.

2.4          Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa

Unsur-unsur kebudayaan yang dipengaruhi oleh globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya maupun perilaku suatu masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan tersebut antara lain sistem religi, organisasi masyarakat, pengetahuan, bahasa, kesenian, mata pencaharian, dan teknologi. Contoh yang lain dari pengaruh globalisasi yaitu hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme,hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong,kehilangan kepercayaan diri, dan gaya hidup kebarat-baratan.

Selain itu saat ini masyarakat sedang mengalami serbuan yang hebat dari berbagai produk pornografi berupa tabloid, majalah, buku bacaan di media cetak, televisi, radio, dan terutama adalah peredaran bebas VCD. Baik yang datang dari luar negeri maupun yang diproduksi sendiri. Walaupun media pernografi bukan barang baru bagi Indonesia, namun tidak pernah dalam skala seluas sekarang. Bahkan beberapa orang asing menganggap Indonesia sebagai ”surga pornografi” karena sangat mudahnya mendapat produk-produk pornografi dan harganya pun murah. Dan  contoh lain misal kita berjalan-jalan di mall atau di tempat publik sangat mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim dan mengumbar aurat. Dimana budaya itu sangat bertentangan dengan dengan norma yang ada di Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sexdi kalangan remaja masa kini. Terbukti dengan adanya video porno yang pemerannya adalah orang-orang Indonesia.

Di sini pemerintah dituntut untuk bersikap aktif tidak masa bodoh melihat perkembangan kehidupan masyarakat Indonesia. Menghimbau dan kalau perlu melarang berbagai sepak terjang masyarakat yabg berperilaku yang tidak semestinya. Misalnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyarankan agar televisi tidak merayakan goyang erotis denga puser atau perut kelihatan. Ternyata dampaknya cukup terasa, banyak televisi yang tidak menayangkan artis yang berpakaian minim.

Nilai Budaya yang mulai memudar lainnya adalah Budaya tari-tarian. Tari Indonesia sangatlah beraneka ragam, setiap daerah memiliki ciri tersendiri dalam pembawannya. Beragam jenis gerak dan gerik telah tercipta dan menjadikan suatu kesatuan seni yang terlihat indah dan harmonis. Lenggak-lenggok khas wanita Indonesia dan gagah pembawaan penari laki-laki. Contoh-contoh tarian dari Indonesia adalah tari pendet, tari ramayana, tari kecak, tari jaipong, tari piring, tari saman dan masih banyak lagi. Sangat banyak rupa, gerakan dan cara membawakannya. Itulah budaya yang dapat kita banggakan sebagai warga Indonesia.

Namun tarian yang mereka ketahui saat ini adalah tari-tari ‘Dance’ yang pembawaanya sangat ‘energic’ dan gerakannya yang terlihat begitu cepat. Wanita Indonesia digambarkan sebagai peribadi yang lembut dan penuh dengan kehalusan, akan terlihat kurang baik jika harus meniru tari-tarian yang dicontohkan orang barat itu. Cobalah untuk membuat dirimu mencintai tari-tarian tradisional. Jangan lihat dari satu sisi saja, tapi lihatlah dari berbagai sisi bahwa banyak nilai positif jika kita lebih memilih dan menyukai tarian dari Indonesia. Jangan takut dianggap sebagai orang yang tidak ‘Modern’ hanya karena lebih memilih untuk mempertahankan budaya tari Indonesia. Tapi harusnya orang yang masih mempertahankan budaya inilah yang dibanggakan. Di zaman sekarang sudah sangat jarang ditemui anak-anak muda yang ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya. Hanya beberapa saja, yang masih melestarikannya dan kebanyakan mereka adalah anak muda yang tinggal di pedesaan.

Permainan Tradisional pun tidak luput dari dampak globalisasi. Dengan kemajuan teknologi yang modern, anak-anak lebih senang bermain dengan alat-alat canggih dibandingkan bermain dengan permainan tradisional atau teman sebayanya. Dampak yang terjadi dari kedekatan anak-anak terhadap teknologi cukup menjadi masalah yang panjang. Anak-anak yang sering bergaul dengan alat-alat kesukaanya seperti Laptop, PSP, Robot canggih dan sebagainya. Akan mempengaruhi Psikologis dalam kehidupannya. Anak ini akan cenderung tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, tidak percaya diri dalam bergaul dengan teman sebaya dan akan mengalami dampak kecanduan jika terlalu sering menggunakan permainan-permainan canggih tersebut.

Dalam kehidupan sehari-haripun pengaruh globalisasi sudah cukup terlihat. Budaya gotong-royong antar sesama rupanya kini mulai memudar. Saat ini kebanyakan orang lebih memilih untuk hidup secara individual atau hidup masing-masing tanpa memperdulikan orang terdekatnya disekitarnya. Padahal budaya gotong-royong dalam bermasyarakat sangat dibutuhkan, selain manfaatnya untuk memperingan melakukan suatu pekerjaan, juga dapat mempererat tali persaudaraan antar masyarakat.

Jika budaya ini hilang, bagaimana cara untuk mempererat kesatuan antar sesama. Perselisihan akan sering terjadi karena keegoisan masing-masing yang lebih mementingkan diri sendiri tanpa peduli terhadap orang lain. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial,  tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan peran orang lain. Peran sebagai saudara bersama inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

2.5  Faktor penyebab budaya asing masuk ke dalam suatu daerah

 

  1. Kurangnya kesadaran masyarakat

Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.

 

  1. Minimnya komunikasi budaya

Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.

 

  1. Kurangnya pembelajaran budaya

Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman

 

2.6  Alasan untuk tetap mempertahankan budaya lokal

Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan budaya lokal. Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal.

Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya. Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit. Hal ini sangatlah berkaitan erat dengan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita. Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian. Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.

Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah. Sekarang berpakaian yang membuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita. Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara lain.Alasan untuk tetap mempertahankan budaya lokal :

  1. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapat di jadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain. Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.

 

  1. Kekhasan budaya Indonesia

Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain. Terbukti banyaknya turis asing yang mencoba mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik.

 

  1. Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa

Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.

 

  1. Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya

Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.

 

  1. Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan

Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh

 

 

 

  1. Kemajuan pariwisata

Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan  budaya yang mungkin terjadi.

2.7  Upaya menyikapi pengaruh globalisasi di bidang sosial budaya.

Globalisasi memang suatu fenomena yang telah berlangsung dan tidak mungkin kita hentikan, oleh karena itu kita harus mencari cara untuk menyikapinya bukan cara untuk menghentikannya. Adapun cara yang mungkin dapat kita lakukan bersama agar budaya Indonesia tetap  terlindungi sehingga generasi penerus bangsa kelak dapat menikmati indahnya keagungan budaya Indonesia, diantaranya:

  1. Menyaring setiap budaya asing yang masuk ke Indonesia, tidak begitu saja lalu mengadaptasi untuk kemudian digunakan bersama-sama.
  2. Mempromosikan budaya asli Indonesia ke kancah internasional untuk menumbuhkan rasa cinta budaya Indonesia.
  3. Menyukai dan menggunakan produk-produk asli Indonesia.
  4. Memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga Indonesia yang memiliki budaya beragam untuk bersatu melindungi budaya asli Indonesia agar tidak luntur terbawa arus globalisasi juga tidak hilang karena diklaim negara lain.
  5. Mematenkan setiap budaya Indonesia serta mempublikasikannya agar tetap terjaga dan menjadikan masyarakat Indonesia bangga memilikinya.
  6. Berpegang teguh pada nilai religius, spiritualis dan memupuk rasa kebhinekaan agar Indonesia tetap berjaya dengan budayanya.

Ada juga beberapa cara untuk menyikapi pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa, antara lain:

 

 

  1. Memberi pendidikan kebudayaan

Jati diri bangsa dan kepribadian bangsa akan diukur oleh perilaku-perilaku individu dalam masyarakat. Kita hindari nilai kepribadian yang dapat merusak identitas dan jati diri bangsa, antara lain sebagai berikut.

  • Perilaku ketergantungan pada narkoba
  • Perilaku seks bebas
  • Perilaku premanisme
  • Perilaku hedonis

Adapun pendidikan kebangsaan dapat diberikan melalui:

  • Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia
  • Program muatan lokal

Yang dimaksud muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan kebutuhandaerah yang perlu diajari oleh murid. Dalam hal ini kurikulum akan memberi perhatian serius tentang pembelajaran yang perlu ditonjolkan di suatu daerah antara lain:

  • Adanya pelajaran bahasa daerah
  • Masuknya pelajaran kesenian daerah
  • Budidaya industri di suatu daerah

 

  1. Pelestarian budaya bangsa

Keragaman budaya merupakan sesuatu yang menjadi cir khas nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan apabila ada upaya untuk meninggalkan ciri khas tersebut tentu akan mendapat penolakan masyarakat. Untuk itu perlu adanya dukungan terhadap upaya-upaya yang mengarah pada pelestarian budaya bangsa.

 

  1. Pemberdayaan organisasi kepemudaan

Generasi muda memiliki potensi berupa daya serap yang tinggi dan sarat akan kritikan. Generasi muda memiliki kepentingan yang sangat besar dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Generasi mudalah yang paling menentukan kehidupan suatu bangsa, pada hari ini dan hari esok.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1              Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan di alami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya. Dalam era global, suatu masyarakat atau negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap globalisasi. Jika suatu masyarakat atau negara menisolasidiri dari globalisasi maka masyarakat atau negara tersebut akan terlindas oleh jaman dan dapat dikatakan masyarakat atau negara tersebut terjeratpada era keterbelakangan dan kebodohan.

Dampak globalisasi sendiri ada yang positif dan ada yang negatif. Salah satu contoh dampak globalisasi positif jika Dilihat dari globalisasi di bidang sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain.

3.2              Saran

Sebagai generasi yang pandai, harusnya kita mampu dan siap untuk menghadapi pengaruh globalisasi. Pengaruh negatif atau positif itu tergantung individu yang mengartikan sendiri. Sebagai pribadi yang unggul dan cerdas pasti akan tahu apa yang akan dilakukan dengan memanfaatkan globalisasi ini.  Karena banyak juga yang di dapat dari globalisasi jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik,  hasil yang kita dapatkan akan baik juga. Begitupun sebaliknya, jika kita memanfaatkan dengan tidak baik, hasil yang di dapat juga tidak akan baik.

Apapun boleh kita manfaatkan selama berpengaruh baik terhadap diri kita, orang lain, bangsa, dan tentunya juga Negara. Apalagi untuk memajukan budaya bangsa, itu merupakan suatu tindakan yang mulia dan sangat berjasa untuk sebuah negara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Julian. 2012. Dampak Globalisasi Terhadap Budaya Lokal dan Perilaku Masyarakat.http://julianproject99.blogspot.com/. Akses Januari 2014

Setia Putri, Larasati. 2012. Pengaruh Globalisasi Terhadap Kebudayaan Indonesia.http://www.gunadarma.ac.id/. Akses Januari 2014

Sagita, Risma. 2012. Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Budaya Indonesia.http://sosbud.kompasiana.com/. Akses Januari 2014

Uzie, Andri. 2012. Pengaruh Dampak Globalisasi Terhadap Kebudayaan Indonesia.http://www.wikimu.com/. Akses Januari 2014

Anhar, Faizal. 2010. Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Indonesia. http://www.scrib.com/. Akses Januari 2014

 

 

 

 

OPERASI TRIKORA

OPERASI TRIKORA

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(Dialihkan dari Pembebasan Irian Barat)

 

 

Operasi Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah konflik 2tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menggabungkan wilayah Papua bagian barat. Pada tanggal 19 Desember1961, Soekarno (Presiden Indonesia) mengumumkan pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga membentuk Komando Mandala. Mayor JenderalSoeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando ini adalah merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia.

  1. Latar belakang

Ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus1945, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah baratPulau Papua. Namun, pihak Belanda menganggap wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Pemerintah Belanda kemudian memulai persiapan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya pada tahun 1970-an. Namun pemerintah Indonesia menentang hal ini dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian dibicarakan dalam beberapa pertemuan dan dalam berbagai forum internasional. Dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949, Belanda dan Indonesia tidak berhasil mencapai keputusan mengenai Papua bagian barat, namun setuju bahwa hal ini akan dibicarakan kembali dalam jangka waktu 1 tahun.

Pada bulan Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua bagian barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e Piagam PBB. Karena Indonesia mengklaim Papua bagian barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, namun Indonesia menolak. Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua bagian barat, Belanda mempercepat program pendidikan di Papua bagian barat untuk persiapan kemerdekaan. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1956 dan tentara Papua pada 1957. Sebagai kelanjutan, pada 17 Agustus1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore, dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956.

Pada tanggal 6 Maret1959, harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura. Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, namun tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga.

  1. Persiapan
  2. Militer

KRI Irian, Penjelajah kelas Sverdlov

Indonesia mulai mencari bantuan senjata dari luar negeri menjelang terjadinya konflik antara Indonesia dan Belanda. Indonesia mencoba meminta bantuan dari Amerika Serikat, namun gagal. Akhirnya, pada bulan Desember 1960, Jendral A. H. Nasution pergi ke Moskwa, Uni Soviet, dan akhirnya berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni Soviet senilai 2,5 miliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang. Setelah pembelian ini, TNI mengklaim bahwa Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan. [1]Amerika Serikat tidak mendukung penyerahan Papua bagian barat ke Indonesia karena Bureau of European Affairs di Washington, DC menganggap hal ini akan “menggantikan penjajahan oleh kulit putih dengan penjajahan oleh kulit coklat”.

Tapi pada bulan April 1961, Robert Komer dan McGeorge Bundy mulai mempersiapkan rencana agar PBB memberi kesan bahwa penyerahan kepada Indonesia terjadi secara legal. Walaupun ragu, presiden John F. Kennedy akhirnya mendukung hal ini karena iklim Perang Dingin saat itu dan kekhawatiran bahwa Indonesia akan meminta pertolongan pihak komunis Soviet bila tidak mendapat dukungan AS.

Indonesia membeli berbagai macam peralatan militer, antara lain 41 HelikopterMI-4 (angkutan ringan), 9 Helikopter MI-6 (angkutan berat), 30pesawat jetMiG-15, 49 pesawat buru sergap MiG-17, 10 pesawat buru sergap MiG-19, 20 pesawat pemburu supersonikMiG-21, 12kapal selam kelas Whiskey, puluhan korvet, dan 1 buah Kapal penjelajah kelas Sverdlov (yang diberi nama sesuai dengan wilayah target operasi, yaitu KRI Irian). Dari jenis pesawat pengebom, terdapat sejumlah 22 pesawat pembom ringan Ilyushin Il-28, 14 pesawat pembom jarak jauh TU-16, dan 12 pesawat TU-16 versi maritim yang dilengkapi dengan persenjataan peluru kendali anti kapal (rudal) air to surface jenis AS-1 Kennel. Sementara dari jenis pesawat angkut terdapat 26 pesawat angkut ringan jenis IL-14 dan AQvia-14, 6 pesawat angkut berat jenis Antonov An-12B buatan Uni Soviet dan 10 pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules buatan Amerika Serikat.[1]

 

  1. Diplomasi

Indonesia mendekati negara-negara seperti India, Pakistan, Australia, Selandia Baru, Thailand, Britania Raya, Jerman, dan Perancis agar mereka tidak memberi dukungan kepada Belanda jika pecah perang antara Indonesia dan Belanda. Dalam Sidang Umum PBB tahun 1961, Sekjen PBB U Thant meminta Ellsworth Bunker, diplomat dari Amerika Serikat, untuk mengajukan usul tentang penyelesaian masalah status Papua bagian barat. Bunker mengusulkan agar Belanda menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia melalui PBB dalam jangka waktu 2 tahun.

 

  1. Ekonomi

Pada tanggal 27 Desember1958, presiden Soekarno mengeluarkan UU nomor 86 tahun 1958 tentang nasionalisasi semua perusahaan Belanda di Indonesia. Perusahaan-perusahaan yang dinasionalisasi seperti:

  1. Perusahaan Perkebunan
  2. Nederlandsche Handel-Maatschappij
  3. Perusahaan Listrik
  4. Perusahaan Perminyakan
  5. Rumah Sakit (CBZ) manjadi RSCM

Dan kebijakan-kebijakan lain seperti:

  1. Memindahkan pasar pelelangan tembakau Indonesia ke Bremen (Jerman Barat)
  2. Aksi mogok buruh perusahaan Belanda di Indonesia
  3. Melarang KLM (maskapai penerbangan Belanda) melintas di wilayah Indonesia
  4. Melarang pemutaran film-film berbahasa Belanda
  5. Konfrontasi Total

Sesuai dengan perkembangan situasi Trikora diperjelas dengan Instruksi Panglima Besar Komodor Tertinggi Pembebasan Irian Barat No.1 kepada Panglima Mandala yang isinya sebagai berikut:

  • Merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer dengan tujuan mengembalikan wilayah Irian Barat ke dalam kekuasaan Republik Indonesia.
  • Mengembangkan situasi di Provinsi Irian Barat sesuai dengan perjuangan di bidang diplomasi dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya di Wilayah Irian Barat dapat secara de facto diciptakan daerah-daerah bebas atau ada unsur kekuasaan/ pemerintah daerah Republik Indonesia.

Strategi yang disusun oleh Panglima Mandala guna melaksanakan instruksi tersebut.

  • Tahap Infiltrasi (penyusupan) (sampai akhir 1962),yaitu dengan memasukkan 10 kompi di sekitar sasaran-sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto yang kuat sehingga sulit dihancurkan oleh musuh dan mengembangkan pengusaan wilayah dengan membawa serta rakyat Irian Barat.
  • Tahap Eksploitasi (awal 1963),yaitu mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan dan menduduki semua pos-pos pertahanan musuh yang penting.
  • Tahap Konsolidasi (awal 1964),yaitu dengan menunjukkan kekuasaan dan menegakkan kedaulatan Republik Indonesia secara mutlak di seluruh Irian Barat.

Pelaksanaannya Indonesia menjalankan tahap infiltasi, selanjutnya melaksanakan operasi Jayawijaya, tetapi sebelum terlaksana pada 18 Agustus 1962 ada sebuah perintah dari presiden untuk menghentikan tembak-menembak.

  1. Konflik bersenjata

Soekarno, Presiden Indonesia yang mencetuskan Trikora

Soekarno membentuk Komando Mandala, dengan Mayjen Soeharto sebagai Panglima Komando. Tugas komando Mandala adalah untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer untuk menggabungkan Papua bagian barat dengan Indonesia. Belanda mengirimkan kapal induk Hr. Ms. Karel Doorman ke Papua bagian barat. Angkatan Laut Belanda (Koninklijke Marine) menjadi tulang punggung pertahanan di perairan Papua bagian barat, dan sampai tahun 1950, unsur-unsur pertahanan Papua Barat terdiri dari:

  • Koninklijke Marine (Angkatan Laut Kerajaan Belanda)
  • Korps Mariniers
  • Marine Luchtvaartdienst[2]

Keadaan ini berubah sejak tahun 1958, di mana kekuatan militer Belanda terus bertambah dengan kesatuan dari Koninklijke Landmacht (Angkatan Darat Belanda) dan Marine Luchtvaartdienst. Selain itu, batalyon infantri 6 Angkatan Darat merupakan bagian dari Resimen Infantri Oranje Gelderland yang terdiri dari 3batalyon yang ditempatkan di Sorong, Fakfak, Merauke, Kaimana, dan Teminabuan.[2]

  1. Operasi-operasi Indonesia

Sebuah operasi rahasia dijalankan untuk menyusupkan sukarelawan ke Papua bagian barat. Walaupun Trikora telah dikeluarkan, namun misi itu dilaksanakan sendiri-sendiri dalam misi tertentu dan bukan dalam operasi bangunan.

Hampir semua kekuatan yang dilibatkan dalam Operasi Trikora sama sekali belum siap, bahkan semua kekuatan udara masih tetap di Pulau Jawa. Walaupun begitu, TNI Angkatan Darat lebih dulu melakukan penyusupan sukarelawan, dengan meminta bantuan TNI Angkatan Laut untuk mengangkut pasukannya menuju pantai Papua bagian barat, dan juga meminta bantuan TNI Angkatan Udara untuk mengirim 2 pesawat Hercules untuk mengangkut pasukan menuju target yang ditentukan oleh TNI AL.

Misi itu sangat rahasia, sehingga hanya ada beberapa petinggi di markas besar TNI AU yang mengetahui tentang misi ini. Walaupun misi ini sebenarnya tidaklah rumit, TNI AU hanya bertugas untuk mengangkut pasukan dengan pesawat Hercules, hal lainnya tidak menjadi tanggung jawab TNI AU.

Kepolisian Republik Indonesia juga menyiapkan pasukan Brigade Mobil yang tersusun dalam beberapa resimen tim pertempuran (RTP). Beberapa RTP Brimob ini digelar di kepulauan Ambon sebagai persiapan menyerbu ke Papua bagian barat. Sementara itu Resimen Pelopor (unit parakomando Brimob) yang dipimpin Inspektur Tingkat I Anton Soedjarwo disiagakan di Pulau Gorom. Satu tim Menpor kemudian berhasil menyusup ke Papua bagian barat melalui laut dengan mendarat di Fakfak. Tim Menpor ini terus masuk jauh ke pedalaman Papua bagian barat melakukan sabotase dan penghancuran objek-objek vital milik Belanda.

Pada tanggal 12 Januari1962, pasukan berhasil didaratkan di Letfuan. Pesawat Hercules kembali ke pangkalan. Namun, pada tanggal 18 Januari 1962, pimpinan angkatan lain melapor ke Soekarno bahwa karena tidak ada perlindungan dari TNI AU, sebuah operasi menjadi gagal.[3]

 

  1. Pertempuran laut Aru

Komodor Yos Sudarso yang tenggelam di Laut Aru pada saat terjadinya Pertempuran Laut Aru.

Pertempuran Laut Aru pecah pada tanggal 15 Januari 1962, ketika 3 kapal milik Indonesia yaitu KRIMacan Kumbang, KRI Macan Tutul yang membawa Komodor Yos Sudarso, dan KRI Harimau yang dinaiki Kolonel Sudomo, Kolonel Mursyid, dan Kapten Tondomulyo, berpatroli pada posisi 4°49′ LS dan 135°02′ BT. Menjelang pukul 21:00 WIT, Kolonel Mursyid melihat tanda di radar bahwa di depan lintasan 3 kapal itu, terdapat 2 kapal di sebelah kanan dan sebelah kiri. Tanda itu tidak bergerak, dimana berarti kapal itu sedang berhenti. Ketika 3 KRI melanjutkan laju mereka, tiba-tiba suara pesawat jenis Neptune yang sedang mendekat terdengar dan menghujani KRI itu dengan bom dan peluru yang tergantung pada parasut.[3]

Kapal Belanda menembakan tembakan peringatan yang jatuh di dekat KRI Harimau. Kolonel Sudomo memerintahkan untuk memberikan tembakan balasan, namun tidak mengenai sasaran. Akhirnya, Yos Sudarso memerintahkan untuk mundur, namun kendali KRI Macan Tutul macet, sehingga kapal itu terus membelok ke kanan.[3] Kapal Belanda mengira itu merupakan manuver berputar untuk menyerang, sehingga kapal itu langsung menembaki KRI Macan Tutul. Komodor Yos Sudarso gugur pada pertempuran ini setelah menyerukan pesan terakhirnya yang terkenal, “Kobarkan semangat pertempuran”.

  1. Operasi penerjunan penerbang Indonesia

Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Mayjen Soeharto melakukan operasi infiltrasi udara dengan menerjunkan penerbang menembus radar Belanda. Mereka diterjunkan di daerah pedalaman Papua bagian barat. Penerjunan tersebut menggunakan pesawat angkut Indonesia, namun operasi ini hanya mengandalkan faktor pendadakan, sehingga operasi ini dilakukan pada malam hari. Penerjunan itu pada awalnya dilaksanakan dengan menggunakan pesawat angkut ringan C-47 Dakota yang kapasitas 18 penerjun, namun karena keterbatasan kemampuannya, penerjunan itu dapat dicegat oleh pesawat pemburu Neptune Belanda.[1]
Pada tanggal 19 Mei 1962, sekitar 81 penerjun payung terbang dari Bandar Udara Pattimura, Ambon, dengan menaiki pesawat Hercules menuju daerah sekitar Kota Teminabuan untuk melakukan penerjunan. Saat persiapan keberangkatan, komandan pasukan menyampaikan bahwa mereka akan diterjunkan di sebuah perkebunan teh, selain itu juga disampaikan sandi-sandi panggilan, kode pengenal teman, dan lokasi titik kumpul, lalu mengadakan pemeriksaan kelengkapan perlengkapan anggotanya sebelum masuk ke pesawat Hercules. Pada pukul 03:30 WIT, pesawat Hercules yang dikemudikan Mayor Udara T.Z. Abidin terbang menuju daerah Teminabuan.

Dalam waktu tidak lebih dari 1 menit, proses pendaratan 81 penerjun payung selesai dan pesawat Hercules segera meninggalkan daerah Teminabuan. Keempat mesin Allison T56A-15 C-130B Hercules terbang menanjak untuk mencapai ketinggian yang tidak dapat dicapai oleh pesawat Neptune milik Belanda.[1]
TNI Angkatan Laut kemudian mempersiapkan Operasi Jayawijaya yang merupakan operasi amfibi terbesar dalam sejarah operasi militer Indonesia.[4] Lebih dari 100kapal perang dan 16.000 prajurit disiapkan dalam operasi tersebut.

 

  1. Akhir dari konflik

Karena kekhawatiran bahwa pihak komunis akan mengambil keuntungan dalam konfik ini, Amerika Serikat mendesak Belanda untuk berunding dengan Indonesia. Karena usaha ini, tercapailah persetujuan New York pada tanggal 15 Agustus 1962. Pemerintah Australia yang awalnya mendukung kemerdekaan Papua, juga mengubah pendiriannya, dan mendukung penggabungan dengan Indonesia atas desakan AS.[5][6]

  1. Persetujuan New York

Pada tanggal 15 Agustus 1962, perundingan antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan di Markas Besar PBB di New York. Pada perundingan itu, Indonesia diwakili oleh Soebandrio, dan Belanda diwakili oleh Jan Herman van Roijen dan C.W.A. Schurmann. Isi dari Persetujuan New York adalah:

  • Belanda akan menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA), yang didirikan oleh Sekretaris Jenderal PBB. UNTEA kemudian akan menyerahkan pemerintahan kepada Indonesia.
  • Bendera PBB akan dikibarkan selama masa peralihan.
  • Pengibaran bendera Indonesia dan Belanda akan diatur oleh perjanjian antara Sekretaris Jenderal PBB dan masing-masing pemerintah.
  • UNTEA akan membantu polisi Papua dalam menangani keamanan. Tentara Belanda dan Indonesia berada di bawah Sekjen PBB dalam masa peralihan.
  • Indonesia, dengan bantuan PBB, akan memberikan kesempatan bagi penduduk Papua bagian barat untuk mengambil keputusan secara bebas melalui
    1. musyawarah dengan perwakilan penduduk Papua bagian barat
    2. penetapan tanggal penentuan pendapat
    3. perumusan pertanyaan dalam penentuan pendapat mengenai kehendak penduduk Papua untuk
      • tetap bergabung dengan Indonesia; atau
      • memisahkan diri dari Indonesia
    4. hak semua penduduk dewasa, laki-laki dan perempuan, untuk ikut serta dalam penentuan pendapat yang akan diadakan sesuai dengan standar internasional
  • Penentuan pendapat akan diadakan sebelum akhir tahun 1969.

Pada tanggal 1 Mei1963, UNTEA menyerahkan pemerintahan Papua bagian barat kepada Indonesia. Ibukota Hollandia dinamai Kota Baru, dan pada 5 September 1963, Papua bagian barat dinyatakan sebagai “daerah karantina”. Pemerintah Indonesia membubarkan Dewan Papua dan melarang bendera Papua dan lagu kebangsaan Papua. Keputusan ini ditentang oleh banyak pihak di Papua, dan melahirkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada 1965. Untuk meredam gerakan ini, dilaporkan bahwa pemerintah Indonesia melakukan berbagai tindakan pembunuhan, penahanan, penyiksaan, dan pemboman udara. Menurut Amnesty International, lebih dari 100.000 orang Papua telah tewas dalam kekerasan ini. OPM sendiri juga memiliki tentara dan telah melakukan berbagai tindakan kekerasan.

  1. Penentuan Pendapat Rakyat

Pada tahun 1969, diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo. Menurut anggota OPM Moses Werror, beberapa minggu sebelum Pepera, angkatan bersenjata Indonesia menangkap para pemimpin rakyat Papua dan mencoba membujuk mereka dengan cara sogokan dan ancaman untuk memilih penggabungan dengan Indonesia.[7][8]

Pepera ini disaksikan oleh dua utusan PBB, namun mereka meninggalkan Papua setelah 200 suara (dari 1054) untuk integrasi.[9] Hasil PEPERA adalah Papua bergabung dengan Indonesia, namun keputusan ini dicurigai oleh Organisasi Papua Merdeka dan berbagai pengamat independen lainnya. Walaupun demikian, Amerika Serikat, yang tidak ingin Indonesia bergabung dengan pihak komunis Uni Soviet, mendukung hasil ini, dan Papua bagian barat menjadi provinsi ke-26 Indonesia, dengan nama Irian Jaya.

 

  1. Setelah penggabungan

Patung di Jakarta untuk merayakan “pembebasan” Papua barat.

Setelah Papua bagian barat digabungkan dengan Indonesia sebagai Irian Jaya, Indonesia mengambil posisi sebagai berikut:

  1. Papua bagian barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus1945 namun masih dipegang oleh Belanda
  2. Belanda berjanji menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar
  3. penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda
  4. penggabungan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua.

Hal ini diajarkan di sekolah dan ditulis dalam buku teks sejarah nasional.[1][2]Setelah Jendral Soeharto menjadi Presiden Indonesia, Freeport Sulphur adalah perusahaan asing pertama yang diberi izin tambang dengan jangka waktu 30 tahun mulai dari tahun 1981 (walaupun tambang ini telah beroperasi sejak tahun 1972), dan kontrak ini diperpanjang pada tahun 1991 sampai tahun 2041. Setelah pembukaan tambang Grasberg pada tahun 1988, tambang ini menjadi tambang emas terbesar di dunia. Penduduk setempat dengan bantuan Organisasi Papua Merdeka memprotes berbagai tindakan pencemaran lingkungan hidup dan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Freeport dan pemerintah Indonesia dengan berbagai cara, termasuk peledakan pipa gas dan penculikan beberapa pegawai Freeport dari Eropa dan Indonesia pada tahun 1996. Dalam kejadian ini, 2 tawanan dibunuh dan sisanya dibebaskan.

Pada tahun 1980-an, Indonesia memulai gerakan transmigrasi, di mana puluhan ribu orang dari pulau Jawa dan Sumatera dipindahkan ke provinsi Irian Jaya dalam jangka waktu 10 tahun. Penentang program ini mencurigai usaha Indonesia untuk mendominasi provinsi Irian Jaya dengan cara memasukkan pengaruh pemerintah pusat.[10][11][12] Pada tahun 2000, presiden Abdurrahman Wahid memberi otonomi khusus kepada provinsi Papua untuk meredam usaha separatis. Provinsi ini kemudian dibagi dua menjadi provinsi: Papua dan Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat) melalui instruksi Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001.